Cara Mengetahui Jati Diri Kita Sendiri Menurut Islam

Cara Mengetahui Jati Diri Kita Sendiri Menurut Islam – Alangkah pentingnya bagi kita semua, untuk memahami orang yang paling berjasa untuk kehidupan kita, orang yang paling penting dan harus kita pikirkan masa depannya..

..siapakah dia?? tidak lain dan tidak bukan itu adalah Diri Kita Sendiri..

Dalam hidup ini seringkali kita menjadi terlupa dengan apa yang seharusnya kita pikirkan, karena terlalu banyak hal-hal yang dipikirkan. 

Sehingga kita menjadi tidak fokus, dan menjalani hidup dengan seadanya, mengalir bagaikan air. 

Padahal sebagai seorang manusia itu, memiliki tujuan kehidupan yang mesti kita capai. Dan tujuan inilah yang sering kali dilupakan oleh mereka yang tidak memahani jati diri mereka dan hidup semau mereka.

Memangnya jati diri kita itu seperti apa sih? ini yang akan kita cpba jawab dalam catatan sederhana ini.

Jika anda sedang membaca hingga sejauh ini, kemungkinannya ada 2: 

  1. Anda sudah mengetahui jati diri anda.
  2. Anda belum mengetahui jati diri anda, dan anda sedang dalam pencarian.

Nah, dalam catatan ini kami akan mencoba membahas jati diri menurut islam dengan sesederhana mungkin. Sehingga anda pun mudah untuk memahaminya.

KENAPA HARUS MENURUT ISLAM?

Hal ini menjadi pilihan kami, karena pertama, agama dan keyakinan kami adalah Islam. Dan sangat kami yakini, Islam adalah cahaya bagi manusia dan inilah sistem terbaik dalam kehidupan.

Rasulullah saw, sebagai utusan Allah bagi manusia, juga merupakan manusia terbaik, yang tindak tanduknya harus kita teladani. Bahkan orang-orang non muslim pun mengakui jika Rasulullah saw adalah manusia paling berpengaruh di dunia. 

Maka jika kita ingin mengenal diri kita, kita harus berkaca pada teladan kita, Rasulullah saw. 

.. dan jika kita berkaca pada Rasulullah saw, maka kita harus mengetahui dan mengikuti apa yang beliau bawa, yaitu Alquran..

Alquran,, inilah petunjuk utama yang mesti kita coba gali mendalam, untuk mengetahui siapa diri kita sesungguhnya. 

Manusia pada umumnya, adalah makhluk yang Allah ciptakan dari tanah dan ruh dengan memiliki beberapa kecerdasan untuk hidup, serta Allah berikan tugas saat hidup di muka bumi ini. 

Inilah kurang lebih “kita” sebagai manusia. Kami seringkali menemukan dalam berbagai seminar, seringkali yang dibahas tidaklah menyeluruh.

..manusia memiliki berbagai potensi dan bagaimana menngembangkan potensi yang dimiliki.. ini saja yang digali dalam berbagai seminar.

Memang betul hal ini penting, akan tetapi masalah kita ini adalah makhluk yang Allah ciptakan serta kita memiliki tujuan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban seringkali tak dibahas. 

Hasilnya.. kita sedikit terlupa dengan kewajiban kita sebagai makhluk, dan tugas penting kita di dunia. 

Kewajiban kita adalah untuk beribadah kepada Allah, dan mengelola bumi ini, dan menjadi pemimpin atas makhluk Allah yang lain.

Kewajiban kita inilah yang harus melandasi setiap kegiatan kita. Bahkan apapun yang menjadi profesi kita, tetap saja semangat untuk beribadah kepada Allah dan mengelola bumi Allah (khalifah) harus terpatri dalam benak kita.

.. wah berat juga ya.. 

justru, dengan beribadah kepada Allah dan menyertakannya pada seluruh kegiatan yang akan memberikan keberkahan.

Nah, bagaimana? dua hal ini yang mesti kita hayati betul. Kita adalah makhluk Allah, dan kita punya kewajiban atasnya. 

Sebagai makhluk, maka kita memiliki hak yang sangat berharga, yaitu hak untuk meminta, hak untuk berdoa pada Allah.

Hal ini juga sangat penting untuk dilakukan setiap orang, mereka yang senang berdoa biasanya sangat disukai oleh Allah. 

Oke,, sampai disini kita coba simpulkan dulu dua hal ya. 

  • Kita harus rajin berdoa,, karena kita adalah makhluk
  • kita punya kewajiban untuk beribadah kepada Allah.

oke kita lanjutkan..

.. lalu bagaimana dalam proses ibadah ini, apa yang mesti kita temukan dalam diri kita?..

Setiap manusia, sudah Allah berikan bekal masing-masing berupa kecerdasan: 

  • akal, 
  • hati
  • jasad

Akal berhubungan dengan apa yang kita ketahui? bagaimana cara kita mendapatkan ilmu.

Hati berhubungan dengan rindakan kita, apakah kita mau melaksanakan apa yg sudah kita ketahui. Juga mengenai kita bisa menentukan sesuatu itu benar ataupun salah.

Jasad, adalah peran tubuh kita untuk melaksanakan apa yang ingin kita lakukan.

Nah, sekaeang kita masuk kedalam.. sebenarnya siapa diri kita? mengenai apa yang bisa kita lakukan.

Ingat, setiap orang itu memiliki caranya sendiri untuk bermanfaat bagi orang lain. Ada di antara anda yang bisa menulis, mengajar, jadi atlit, menyanyi, dokter, teknisi dan sebagainya.

Anda berhak untuk menentukan keahlian apapun yang ingin anda kuasai, dan anda pasti bisa. Yang paling penting, kita mau melatih diri untuk mendapatkannya, dan berusaha keras untuk menjadi ahli di bidangnya.

Anda ingin menjadi pemain sepak bola? bisa! Pertanyaannya apakah anda latihannya sudah sesering Cristiano Ronaldo lakukan? ingat, setiap orang sangat bisa menjadi apapun.

Begitu juga dengan keahlian yang lain. Untuk menguasainya anda hanya perlu banyak latihan, banyak mencoba. Penelitian menyebutkan saat anda ingin menjadi ahli anda harus memiliki 10.000 jam saat melatihnya.

Pertanyaannya? apakah bisa menguasai keahlian apapun? insyaallah bisa, kenapa? karena setiap manusia mendapatkan bekal yang sama yang Allah berikan. Apa saja itu, Hati, Akal dan Jasad.

Sampai sini dulu obrolan kita, kita bertemu lagi di catatan kami yang selanjutnya. Inilah cara mencari jati diri kita menurut islam. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s