Air Garam di Baskom Untuk Cegah Asap = Hoax

air di baskom tutunkan hujan0150914_163833Bagi Anda yang menggunakan media sosial, pasti beberapa hari ini mendapatkan broadcast mengenai air garam di baskom untuk menurunkan hujan dan mencegah asap sebagai sebuah pertolongan bagi saudara-saudara kita di Sumatra dan Kalimantan. Kurang lebih isinya begini :

Darurat Asap !!

Sediakan baskom air yang dicampur garam dan diletakkan di luar rumah, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 s.d jam 13.00, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat Kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara. Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di Udara.Lakukan ini satu rumah cukup 1 ember air garam, besok Sabtu tgl 12 Sept, jam 10 pagi serempak..

Mari kita sama2 berusaha utk mnghadapi kabut asap yg kian parah ini.. >:|< Mohon diteruskan..Terima kasih(y).

Sempat terfkir dalam benak saya,”Jika ini memang bisa berhasil, kenapa pesan seperti ini tidak dimandatkan langsung oleh pemerintah? misalnya dengan membuat konferensi pers dan meminta semua warga melakukan hal demikian?”

Ternyata setelah mencari-cari sepertinya pesan ini adalah murni Hoax belaka. Hal ini didasarkan pada beberapa hal seperti :

  1. Coba perhatikan, jika kita ingin mandi air hangat dan ingin hangatnya lebih lama maka kita bisa menambahkan garam pada air. Hal ini disebabkan karena garam akan menahan uap air untuk menguap, sehingga air yang ada tetap hangat. Larutan garam akan membutuhkan energi lebih besar untuk mencapai tekanan uap yang dibutuhkan untuk mengubah fase air menjadi gas. Jadii.. membuat larutan garam malah menahan uap air bukannya menjadi hujan.
  2. Ini yang lebih mudah dicerna oleh akal kita. Lautan luas yang sudah murni larutan garam dari sananya saja sulit untuk menguap menjadi awan hujan, apalagi ini hanya larutana garam dalam sebuah baskom :D. Kenapa ? penbentukan awan hujan (terutama di wilayah tropis) tidak hanya bergantung pada jumlah uap air, tapi juga radiasi matahari dan kondisi atmosfer. Ketika musim kemarau, air lebih sukar menguap dan lebih sukar ‘terangkat’ ke atmosfer karena energi konvektif yang disebabkan oleh radiasi matahari lebih kecil.

Mari kitaperbanyak doa.bisa juga dengan shalat meminta hujan. Semoga semakin menambah keimanan kita atas ujian asap bagi ni. walahua’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s