Kurikulum Seks di Sekolah..Perlukah??

image

Masih ingat dengan gegernya video yang beredar beberapa pekan lalu tentang perlakuan dua bocah ingusan yang memperagakan hubungan suami istri? Ya..adegan anak SD dan anak TK di sebuah kebun pisang yang direkam oleh oknum bejat yang juga mengarahkan mereka.

Keberadaan video itu yang juga sudah menyebar kemana-mana membuat KPAI geram. Atas hal tersebut banyak pihak yang menyarankan untuk segera memasukan kurikulum seks baik itu di SD, SMP dan SMA. Hal ini masih memicu pro dan kontra dari banyak pihak. Apa saja alasannya??

Bagi mereka yang Pro.. katanya kurikulum seks harus dikenalkan sejak dini yaitu saat SD. Sederhana saja mungkin ya, sekedar himbauan tentang menjaga diri dari sentuhan orang lain di organ-organ vital. Di jenjang SMP pembahasan lebih pada pergaulan bebas, di tingkat SMA pembahasannya menuju kehamilan, alat kontrasepsi, sebab akibat, dll. Hmmm..bagaimana? Anda Pro juga?

Bagi yang kontra, alasannya adalah anak SD terlalu polos, anak SMP terlalu penasaran dan anak SMA terlalu berani untuk coba-coba. Menstimulus mereka dengan info seks bisa jadi malah menghasilkan pikiran negatif.

Baik yang pro dan yang kontra dua-duanya punya alasan yang baik bagi pendidikan ini. Yang perlu diingat adalah.. Seks adalah suatu fitrah yang menjadi keperluan setiap orang seperti halnya makan. Terlalu banyak membahas makanan akan membuat kita lapar, seperti halnya seks.. terlalu banyak dibahas justru akan membuat ingin. Maka kita kembalikan pada kesadaran diri, dari pemerintah sudahkah menjaga kondisi negeri agar hal berbau seks bebas bisa disaring lebih baik. Mulai dari film, berita, iklan, dll. Dari orangtua sudahkah memagari anak dengan baik, mengajarkannya takut berbuat dosa misalnya. Dari segala pihak.. mari kita evaluasi.. dari perkataan kita, perbuatan kita yang mungkin bisa dicontoh oleh anak-anak, agar kita lebih berhati-hati.

Perlu atau tidaknya kurikulum seks..semoga semuanya tepat sasaran.

Wallahua’lam bi shawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s