Menjadi Pembicara Hebat

mikrophoneMenjadi Pembicara Hebat – Semakin hari semakin terasa, dunia pembicara semakin mendapatkan tempatnya di banyak kalangan. Semua ini bisa terlihat dari membanjirnya kegiatan training training motivasi, trainingnya pun macam macam, mulai dari pendidikan hingga bisnis dan relationship. Semakin kita sering lihat di social media mereka yang mendeklarasikan diri sebagai motivator, mengupload diri sudah mengisi training ataupun kegiatan di sini dan di sana. Lalu muncul juga selain trainer, sekarang nambah lagi stand up comedy, comika (bener ga ya ini tulisannya) dengan adanya comica ini membuktikan pembicara semakin diterima oleh masyarakat.

Ini hanya pendapat saja, tidak harus diterima oleh anda semua. Namun kami berpikir, bahwa menjadi pembicara itu cukup mudah. Benarkah? bisa ia bisa tidak jawabannya. Lalu apa yang harus dikerjakan agar bisa menjadi pembicara yang baik? Jawabannya akan balik lagi kepada bagaimana cara kita membuat kebiasaan dalam diri kita.

Membangun Kebiasaan – Saat kita ingin punya public speaking skill seperti orang tertentu, maka yang kita perlukan adalah membiasakan diri berbicara seperti itu. Kuncinya hanya ini. Andai anda menyukai cara berbicara bung Karno presiden pertama kita. Maka salah satu cara paling mudah, perbanyak lihat video video dokumentasi Bung Karno saat orasi, pelajari intonasinya, tatapan matanya, gerak tubuhnya, bagaimana nada dan artikulasinya. Perbanyak lihat dan coba untuk meniru beliau, maka insyaAllah cepat atau lambat anda akan punya ‘gaya’ yang sama dengan beliau. Apalagi sekarang mbah youtube memudahkan kita untuk download dan nonton berbagai macam video di lapak mereka. Begitu juga caranya sama dengan pembicara yang lain.

Cari Role Model >> Perhatikan bagaimana performancenya saat orasi atau menjadi pembicara >> Coba Tiru sedikit demi sedikit

Nah, jadi pembicara itu bisa mudah bisa tidak, tergantung kepada bagaimana anda melatih diri untuk membiasakan melatih skill public speaking anda. Dalam public speaking kurang lebih ada 3 hal yang mesti kita perhatikan, content (pilihan kata), intonasi, dan bahasa tubuh.

Hanya saja, yang sulit bukanlah menjadi pembicara, justru yang sulit adalah menginspirasi. Gaya bicara bisa kita latih, bisa kita pelajari. Namun menginspirasi belum tentu. Harus ada kekuatan tak terlihat yang bisa memastikan seseorang terinspirasi oleh kita, dalam islam mungkin mirip dengan ‘hidayah’.

Tugas kita hanya berdakwah, urusan hidayah itu urusan Allah

Oleh karena itu, agar kita tidak hanya jadi seorang pembicara, namun juga inspirator ada beberapa hal yang mesti kita biasakan juga. Membiasakan bahwa apa yang kita katakan sama dengan perilaku kita, serta kita biasakan untuk bermanfaat untuk banyak orang. Pada akhirnya menginspirasi orang lain akan bermuara pada seberapa jauh kita bermanfaat bagi orang lain.

Wallahu’alam

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s