Antara Penonton, Pemain dan Komentator

Ini hanya fiksi:

Saat pertandingan bola berlangsung, Timnas Indonesia tertinggal oleh Timnas Malaysia 1-0 di babak pertama. Pertandingan baru berjalan 30 menit, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Semua pemain Timnas berjuang sekuat tenaga bermain sebaik mungkin, memberikan penampilan terbaik demi bangsa yang mereka bela, Indonesia.

Disaat yang sama, para penonton dengan riuh mendukung Tim yang mereka bela masing masing. Tak jarang pujian serta tepuk tangan mereka berikan saat momen momen brilian pemain menyelamatkan bola ataupun mengocek bola. Tak jarang juga mereka mengejek dan mengeluh “kenapa sih pemain ini ada disini? kenapa ga diganti aja?”

Disaat yang sama, komentator dengan tenangnya mengomentari segala hal yang terjadi di setiap pertandingan. Saat ada pemain yang tendangannya tidak terarah komentarnya ‘pemain itu terlalu terburu buru, pemain itu kurang tenang, pemain itu tidak melihat temannya yang lain’. Itulah komentator, keahlian mereka hanyalah komentar.

Mungkin inilah yang kurasakan saat melihat dunia politik di negeri ini di 2014 ini. Begitu banyak berita dan info yang membanjiri televisi maupun social media. Namun sebagai penonton ataupun komentator, kita semua ini belum bisa menentukan hasil pertandingan. Ujung ujungnya hanya semakin ‘ga punya perhatian’ apatis, dan demotivasi yang lain.

Itulah para penonton dan komentator, melihat pertandingan dari luar lapangan. Mereka tahu sesuatu, tapi mereka tidak tahu sebanyak para pemain.

Oleh karena itu, jika dalam pemilu legislatif kemarin ada sebagian dari kita yang hanya menjadi penonton atau komentator, coba dalam penentuan presiden nanti, berperanlah sebagai pemain.

Bagaimana caranya? Pelajari setiap capres yang mengajukan nanti, pelajari track recordnya di masa lalu, dan pelajari juga bagaimana dirinya hari ini. Perhatikan kerjanya, perhatikan aktivitasnya. Jika perlu coba ambil dari berbagai referensi mengenai dirinya, apakah benar dia punya kemampuan seperti berita yang tersebar? ataukah itu semua hanyalah pencitraan semata.

Setelah pelajari hal itu, coba lihat agenda yang dia miliki dan akan berikan pada negeri. Lalu sinkronkan dengan kinerjanya yang sudah dia lakukan sebelumnya. Jika mirip, maka dia benar. Jika bertentangan, maka besar kemungkinan itu hanya pencitraan.

Suara anda, sangat mempengaruhi hasil pemilihan. Jika anda sudah yakin akan yang anda pilih. Satu suara anda sangat berpengaruh. Karena jika satu suara ini anda coba jelaskan dan ajak pada tetangga saudara dan teman anda, satu suara ini bernilai sangat mahal.

Mari jadi pemain, dalam hal apapun.

#MasihDemamPolitik hehe 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s