Syarah ushul isyrin hasan al banna bagian ketiga

Okei kita lanjutkan ke poin berikutnya.

11. Segala bentuk bid’ah dalam agama yang tidak memiliki dasar pijakan, tetapi dianggap bagus oleh hawa nafsu manusia, baik berupa penambahan ataupun pengurangan, adalah kesesatan yang wajib diperangi dan diberantas dengan menggunakan cara yang paling baik. Cara yang tidak menimbulkan keburukan yang lebih parah.

12. Bid’ah idhafiyah, bid’ah tarkiyah, dan iltizam (menentukan waktu, tempat dan jumlah bilangan) terhadap ibadah ibadah yang muthlaqah (ibadah yang tidak ditentukan waktu, tempat dan bilangannya) adalah masalah khilafiyah dalam baba fiqih. Setiap orang memiliki pendapat dalam masalah tersebut. Namun tidaklah mengapa jika dilakukan penelitian untuk sampai pada hakikatnya dengan dalil dan argumentasi.

untuk bid’ah idhafiyah dan bidah tarkiyah ada penjelasan tersendiri šŸ™‚

13. Mencintai orang orang shalih, menghormati mereka, dan memuji mereka karena amal amal baik mereka yang tampak adalah bagian dari taqarrub kepada Allah swt. Sedangkan para wali adalah orang orang yang disebut dalam firman Allah “yaitu orang orang yang beriman dan mereka itu bertakwa”. Karamah yang sesuai syarat syarat syariat itu benar adanya. Namun harus diyakini bahwa mereka (para wali) tidak memiliki mudharat maupun manfaat bagi dirinya sendiri, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia apalagi bagi orang lain.

14. Ziarah kubur (kubur siapa saja) adalah sunah yang disyariatkan dengan cara cara yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Akan tetapi meminta pertolongan kepada penghuni kubur (siapapun mereka) berdoa kepadanya, memohon pemenuhan hajat dari dekat maupun dari jauh, bernazar untuknya, membangun kuburnya, menghiasnya, memberinya penerangan, dan mengusapnya (untuk mendapatkan berkah), juga bersumpah dengan selain Allah swt dan segala bid’ah yang serupa dengannya adalah dosa besar yang wajib diperangi. Kita tidak akan mencari cari pembenaran terhadap amalan amalan tersebut demi menutup pintu fitnah yang lebih parah lagi.

15. Berdoa kepada Allah disertai tawassul (perantara) dengan salah makhluk Nya adalah perbedaan dalam masalah furu’ tentang tata cara berdoa, bukan termasuk akidah.

Artikel terkait bagian 1 2 3 4

Iklan

One thought on “Syarah ushul isyrin hasan al banna bagian ketiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s