Menyisipkan gurauan dan canda dalam mengajar

gurauan dalam mengajarKetika memasuki sebuah sekolah di suatu kota. Terlihat wajah wajah setiap siswa yang cukup serius menatap gurunya menerangkan pelajaran di depan kelas. Sesekali mereka menggaruk garuk kepalanya atau bahkan menguap. Hmmm… itu gambaran kebanyakan siswa yang lagi belajar hari ini. Mungkin hanya sebagian kecil dari mereka yang penuh konsentrasi saat guru menerangkan.

Eit tapi tunggu dulu, semua itu memang sangat tergantung dari guru yang mengajar di kelas. Jika ternyata guru hanya melakukan metode ceramah satu arah hmmmm…. bisa dipastikan kondisi siswa akan seperti tadi.

Tingkatan antusias

Kurang lebih mungkin seperti ini kondisi sejauh mana siswa memperhatikan para guru:

– Ceramah satu arah, kondisi siswa sangaaat tergantung dari seberapa menariknya pembawaan bicara sang guru. Semakin datar semakin membosankan.

– Ceramah dua arah, lebih baik daripada satu arah. Siswa diminta untuk interaktif dengan materi dan pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan guru. Guru juga bisa mengetahui sejauhmana siswanya mengerti dengan mendengarkan jawaban para siswa. Bumbui dengan gurauan maka mereka semakin antusias.

– Presentasi ataupun memberikan hal visual. Ini juga bisa membuat siswa lebih fokus pada anda. Meramu dengan tepat gambar ataupun slide yang anda siapkan dengan obrolan interaktif dengan siswa membuat mereka lebih nyaman dengan anda. Ingat, bumbui gurauan itu penting.

– Permainan! Bisa dibilang mungkin ini yang mereka tunggu tunggu ketika belajar bersama anda. Tidak gampang memang memberikan satu pelajaran yang bisa dikolaborasikan dengan permainan. Tapi ketika anak bisa mengambil pelajaran ketika dia senang, akan lebih lama dia ingat.

Hmmm…. coba anda perhatikan.. ketika anda mengikuti satu mata kuliah, atau pelajaran, atau kajian keislaman, mungkin ada satu hal yang bisa membuat setiap orang fokus. Menambahkan gurauan yang disisipkan dalam materi bisa membuat fokus terjaga.

Tapi ingat, pembelajaran itu bukan hanya sekedar lawakan. Pada akhirnya, setiap pembelajaran yang penuh tawa itu dirindukan.

2 thoughts on “Menyisipkan gurauan dan canda dalam mengajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s