Memulai bisnis tanpa modal

” Bapak ini koperasi gimana cara ikutannya ya?” “oh kalo bapa mau ikut langsung daftar saja di sebelah sana” (sambil menunjukkan arahnya, lalu tak lama setelah form pendaftaran dia isi dan membayar biaya pendaftaran). ” Kalau begitu pa, bagaimana cara dapat pinjaman dari koperasi ini? saya butuh buat modal usaha pa sekian sekian” “lhoooo…. (jadi itu tho tujuan masuk koperasi ini)”

Kebetulan saya cukup aktif juga dengan koperasi jasa di daerah saya, yaitu koperasi BIG. Nah, cerita di atas itu sering banget muncul dari beberapa pedagang yang biasa berjualan di sekitar koperasi, mereka ingin ikutan dengan tujuan untuk buat pinjaman. Tapi banyak yg kecewa ketika koperasi kami ini tidak memberikan pinjaman. Dalam benak mereka, modal itu penting buat bisnis. Padahal dalam benak kami, bisnis tanpa modal itu bisa juga.

Mindset kebanyakan orang, bisnis ga mulai mulai, kendalanya itu di modal. Mereka berpikir, butuh uang cash untuk beli peralatan ini dan itu, sewa tempat, sedia stok dan lain sebagainya. Padahal ini bisa jadi blunder besar kalo bisnis kita mulai dari modal. Kenapa?

Pertama, sering kali kita mulai bisnis bukan dari marketnya.  Kita belum tau apakah bisnis kita ini ’emang ada yang belinya atau ga’. Jadi ngapain juga mikirin modal besar kalau ternyata prospeknya ga jelas.

Dalam memulai bisnis, sebaiknya kita perhatikan dulu, bisnis yang mau kita mulai ini ada marketnya atau ga? kemungkinan banyak ga calon pembelinya? Memang banyak dicari atau ga? Misalnya nih ya… Jualan nasi kuning, nah… sebelum jualan, kita lihat dulu, calon pembelinya ada atau ga? Deket dengan pabrik, anak sekolahan, pinggir jalan, bila perlu tanya dikit dikit ke mereka, kalau ternyata mereka memang butuh tempat untuk beli sarapan karena belum ada, berarti itu peluang.

Jangan sampai kita udah keluar modal banyak, tapi marketnya juga ga ada, ya ga akan ada yang beli. Atau paling minimal kita butuh ongkos ga sedikit nantinya untuk mendatangkan pembeli. Pastikan marketnya, pastikan bisnis kita ini ada pasarnya. Jangan dulu mikirin modal ada atau ga.

Kedua, setelah ketauan ada marketnya coba untuk jual produk yang kamu bisniskan sedikit demi sedikit. Bertahap. Liat respon pasar bakal nerima atau ga? Dengan begini, modal yang dipakai juga tidak terlalu besar. Mungkin kita bisa nabung sedikit demi sedikit dulu untuk stok percobaan awal.

Kalau ternyata pasar nerima, dan sudah keliatan yang respon, kita bisa ada bayangan untuk membesarkan bisnis ini atau sebaliknya.

Ketiga, cari modal dari beberapa tempat ini. Keluarga kita, tabungan kita, teman kita, atau kerjasama usaha dengan pebisnis yang lain. Uang itu bertebaran dimana mana, dan kalau langkah 1 dan 2 sudah kita lakukan dan kita tau prospeknya seperti apa, resikonya seperti apa akan lebih mudah untuk presentasi cari modal cash.

Eit tapi tunggu dulu, modal juga bisa saja bukan berbentuk uang. Ada juga yang nitip barang dagangannya, ada juga yang ngasih tempat. Bukan cuma uang aja yang kita perlu. Nah untuk tahap ini, keyakinan kita dan kejujuran kita diperlukan. Jadilah orang yang mampu dipercaya orang lain.

Berhutang untuk modal bagus kah?

Sebaiknya jangaaaaaan, hehe lebai.

Kenapa? ya itu tadi, kita belum tau bisnis kita ini akan berjalan seperti apa, ko udah berani ngutang. Bayangkan aja seperti ini, jika anda berhutang untuk modal, berarti ke depannya anda akan punya cicilan tetap tiap bulannya. Sedangkan bisnis anda yang baru dirintis itu, belum tentu langsung laku, langsung laris. Jadi nanti kondisinya adalah pemasukan yang tidak tetap harus membayar cicilan yang tetap.

Apalagi kalau kita berhutang yang berbunga tetap, wah makin sulit juga… apalagi secara hukum islam juga itu tidak dianjurkan, tidak dianjurkan menggunakan hutang riba untuk bisnis kita.

Sederhananya ingat poin yang tadi, bisnis yang baru dirintis itu belum tentu langsung laku, langsung stabil. Jadi sebelum kita benar benar tahu prospek bisnis kita, sebaiknya hindari khawatir anda susah tidur nanti. hehe

Lalu kapan boleh berhutang?

Kita boleh menggunakan hutang untuk membantu bisnis kita, tepatnya itu ketika bisnis kita sudah ‘terbang’ lagi naik, lagi berkembang maju, pelanggan setia udah ada, cash flow udah jalan, nah butuh dana untuk mengembangkan? Lebih bagus sih pake tabungan kita (ini orang yang mental kaya dan disiplin kaya gini nih), tapi kalau belum ada, coba untuk ajukan hutang, tapi ingat ajukan hutang yang tanpa bunga riba itu pilihan terbaik dan bisa membantu bisnis kita.

Kenapa ketika posisi ini kita boleh berhutang? karena kita sudah tahu stabil atau tidaknya penjualan, berapa pemasukan kita, berapa cost bulanan kita, berapa biaya bulanan perusahaan, jadi kita ada gambaran kalau digunakan untuk cicilan sekian sekian kita bisa melewatinya.

Begitu sodara sodariku yang tercinta. Mindset memulai bisnis butuh modal itu sebenernya kurang tepat. Wallahu’alam

Iklan

One thought on “Memulai bisnis tanpa modal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s