Ketika anak nangis bagaimana cara menenangkannya

ketika anak nangis bagaimana cara menenangkannyaDi sebuah rumah, seorang anak langsung menjerit dan menangis. Sang ibu berusaha menenangkannya, tapi tangisan tak kunjung mereda, bahkan makin membadai. Awalnya cuma tangisan isak isak air mata (bahasa apa ini hehe) tapi sekarang jadi jeritan, dan makin lama makin keras. Jika sudah seperti itu? bagaimana cara menenangkannya ?

Pada dasarnya, nangis buat setiap anak jadi satu pelarian cara untuk mengungkapkan apa yang dia inginkan. Tapi karena dia bingung bagaimana cara mengutarakannya, jadi aja nangis. (mirip bayi ingin balon, mana mungkin bayi bilang “pengen balooooon” yang dia bisa baru nangis, maka nangislah )

Nah untuk bayi, menangis itu jadi cara mereka berkomunikasi dengan orang lain. Karena kan bayi baru bisa nangis ataupun ketawa aja. Cuma nabi Isa as yang ketika bayi udah bisa ngomong atas ijin Allah🙂 Jadi setiap bayi pengen sesuatu, pengen makan ada nangisnya, sakit perut ada nangisnya juga, pengen buang air / pipis / buang air besar juga nangisnya beda.

Mungkin film korea the baby and me bisa jadi hiburan bagus sekaligus pengetahuan sederhana tentang cara berkomunikasi bayi.🙂

Nah kalo untuk usia TK SD keatas, mungkin sebagai berikut :

Jadi ketika menangis, mungkin ada masalah yang anak kita ingin kita meresponnya. Bisa jadi dia nangis karena ga ingin pake baju tertentu, atau ingin pake baju tertentu. Dia nangis karena ga diperhatiin, dia nangis karena ada janji yang ibu atau ayahnya lupa. Sekali lagi, karena tidak terbiasa untuk mengutarakan maka nangis jadi pilihan.

Yang repot itu, kalo dia nangis ada maunya, dan nangis itu dia jadikan jurus ampuh untuk menaklukan orang tua. Contohnya, pengen beli mainan. Udah ada di toko, terus ingin mainan, pas minta, orang tuanya bilang ga bawa uang. Lalu nangislah dia, dan gegerlah toko itu.

Sang ibu kelabakan. Dilema antara membelikan mainan atau menanggung malu karena anak nangis di tempat umum. Tapi ketika mainan dibelikan. Maka mulai detik itu, sang anak bilang nangis adalah cara ampuh untuk beli mainan! haha

Jadi apa yang harus kita lakukan

Salah satu caranya, jika kita mau menanggung malu, kita diamkan anak kita ketika dia menangis. Sekencang apapun itu, semerengek apapun itu. (dengan catatan kita sudah tau pasti ini tangisan yang ada maunya, bukan tangisan yang memang ada masalah, kalo anak kita sakit, dan dia nangis, ya jangan didiemin hehe).

Diamkan sampai dia sedikit lebih tenang, lalu coba ajak dia ke tempat yang lain atau kegiatan yang lain untuk mengalihkan tangisannya.

Jika kita belum tau, apakah ini tangisan ada maunya atau memang ada masalah. Kita bisa memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan anak kita. Coba ingat ingat, tadi pagi kita pernah bilang apa? kemarin atau kemarin kemarinnya lagi, siapa tau kita ada janji.

Jika beberapa pertanyaan belum membuatnya merespon untuk lebih reda, bisa jadi mungkin ada yang dia takuti, atau mungkin sakit. (tapi biasanya kalo sakit, dalam tangisannya langsung bilang sakit…. sakit…)

Pembiasaan

Nah, tapi jika kita terbiasa untuk berdialog dengan anak kita, dan kadang sering menyepakati untuk bicara kalo ada maunya. Biasanya nangis itu jarang banget terjadi. Ketika anak kita ingin sesuatu, biasanya dia akan bilang langsung. Ini butuh pembiasaan. Sekali lagi nangis itu ketika dia tidak terbiasa berdialog atau berbicara dengan orang lain.

Lalu caranya seperti apa? Kita bisa lho pelan pelan ketika ngobrol dengan si kecil membuat kesepakatan. eh, misalnya dede mau jajan, bilang dulu ya, mau bilang ga dede kira kira?

coba contohin cara bilangnya gimana… biar anak kita itu mencoba untuk dialog dengan ibunya atau ayahnya.

Tapi jangan lupa, kita juga kasih tau sama anak kita, kalo tidak semua permintaan yang dia minta itu akan dikasih. Misalnya, tadi kan anak kita udah nyontohin cara mintanya kepada kita terus kita jawab juga….

terus kalo kata ibu…. boleeh, tapiii nanti jajannya kalo dede biasa nabung dulu siap ga?

boleh, tapi nanti makan es krimnya kalo dede udah makan siang dulu gimana dede bisa ga?

Tetap bimbing anak kita, jangan sampai dia itu berpikir bisa mendapatkan segalanya. Lebih bijak lagi kalo kita bisa melatih anak kita untuk “melakukan sesuatu” untuk “mendapatkan sesuatu” seperti yang pernah sebuah keluarga contohkan.

Kalo anaknya ingin jalan jalan, ibunya ini suka memberikan tantangan, apa tantangannya?? kalo anaknya bisa menabung selama 2 minggu tanpa terlewat baru jalan jalan terpenuhi. Bukan berarti kita menyiksa anak kita, tapii… sekali lagi ini untuk melatih dan mendidik anak kita agar menjadi generasi yang lebih siap nantinya.

Semakin terbiasa untuk mencintai proses untuk mendapatkan sesuatu dari dini. Maka ketika besar nanti, karakter korupsi, karakter maling dan pengen serba ada serba instan dan mudah itu ga akan muncul pada diri anak anak kita. Wallahu’alam.

2 thoughts on “Ketika anak nangis bagaimana cara menenangkannya”

  1. Bener banget kalo kita kudu membiasakan dialog sama anak kita. Jadi pas sudah mulai bisa ngomong komunikasinya gak melulu dengan tangisan dan memang kudu ati-ati bener jangan sampe tangisan dijadikan senjata..

    1. ia kalo udah jadi senjata, suka kasian ngeliat orang tuanya panik…. kemarin aja nemu lagi yang kaya gini waktu lagi di pasar.. nangis ingin mainan, udah dibeli langsung sumringah anak kecilnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s