Belajar untuk berbisnis

Untuk jadi seorang dokter, ada ilmu untuk praktek. Ga sembarang orang bisa menghadapi keluhan pasien. Untuk jadi arsitek juga sama ada ilmunya. Untuk jadi pengusaha? untuk bisnis? ada ilmunya juga ga? Ya pasti adaaaa. Makanya kalo mau bisnis, kita mesti mau belajar, baik itu secara formal ataupun yang semi formal ataupun belajar langsung dari pengalaman.

Bisnis itu intelektual sport bukan emosional, mungkin begitulah kutipan dari guru kami pa Heppy Trenggono. Jadi yang dibutuhkan memang kecerdasan intelektual dan rasional. Ga cuma menggebu gebu ingin ini dan itu. Tapi ada perhitungan yang cermat juga mendampingi keberanian untuk mencoba.

Memiliki mental yang berani nyoba itu bagus. Ada peluang baru, langsung eksekusi. Bagus ga? bagus banget…. tapi kalo kita ga pake rasional kita juga, nantinya bakal banyak ongkos pelajaran yang keluar. Kalo kita punya uang banyak atau modal banyak, berkali kali rugi juga gapapa. Tapi lama kelamaan kalo cara bermainnya seperti ini, pasti uang milyaran pun tinggal nunggu abisnya aja.

Ibarat mancing, kita semanget mancing, beli alat alat pancing dan umpannya banyak. Udah keluar modal kan tuh. Trus kita nyari balong (apa ya?? kolam ikan deh bahasa indonyamah ) trus kita lempar pancingan dan menunggu ikan nyanggut.

Keberanian memulai? sudah ada! Modal keluar sudah juga, tapi pertanyaannya di kolam itu ada ikannya kaga? Kalau ga ada, keberanian dan modal itu ga akan guna bahkan cuma ngabisin waktu tenaga dengan potensi kita aja.

Jadi rasional kita yang kita pake. Nah gimana cara belajarnya? seperti yang tadi kami bilang, ada 3 cara untuk menempuhnya :

pertama, formal. Kuliah S1 S2 S3 dengan jurusan bisnis. Wah…. jarang lho ada yang punya kesempatan untuk ini. Maka kalo kamu ada kesempatan dan ada kemauan dan kemampuan sih coba aja. Dengan catatan, bisnisnya harus jalan, jangan cuma nyari gelar. Kan kita kuliah buat bisnis bukan buat gelar.

Kedua, semi formal. Banyak banget sekarang training dan workshop tentang usaha. Mulai dari yang teknis hingga menyangkut mental dan motivasi. Coba sempatkan untuk dapet belajar dari sini. Karena banyak banget event bertebaran di sekitar kita.

Dengan bantuan sosial media, kita juga bisa langsung obrol dengan orang orang yang bisnisnya sudah stabil. Tapiiii…. ingat, jangan sampai kita ini salah belajar. Kita belajar bisnis untuk membangun kekayaan bukan membangun kemiskinan. Cara ngebedainnya gimana? Lihat dari karakter yang dibangunnya, mungkin karena kami sudah sreg dengan temen temen di IIBF, anda juga bisa mencoba belajar dari mereka. IIBF Indonesia

ketiga, pengalaman. Pengalaman hidup itu guru terbaik, tapi ada yang lebih baik lagi, pengalaman hidup orang lain. hehe, karena kita lebih hemat ongkos dengan menghindari kesalahan yang mereka lakukan. Caranya? coba mulai tekuni bisnismu dengan hasil belajar tadi, coba resapi dan hayati pembinaan yang Allah beri padamu.

Untuk pengalaman orang lain? anda bisa juga sering sering buka obrolan dengan para pedagang ataupun pengusaha yang kamu kenal. Tukang batagor yang lewat ajak ngobrol. Tukang baso, ajak ngobrol. Sampe yang mungkin pengusaha juga ajak ngobrol. Kita cari tahu pengalaman mereka. Menjadi pendengar yang baik.

Selain itu? perbanyak baca buku. (anda juga bisa beli pada kami di rumah buku iqro 🙂 ) Yang ingin beli buku best seller bisa pada kami, atau kunjungi toko buku toko buku terdekat. Dan mulailah belajar. Iqro! Bacalah, renungkanlah, lakukanlah, berhasillah.

Wallahualam.

2 thoughts on “Belajar untuk berbisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s