Fokus pada solusi

akar masalah dan solusi banjirAnggaplah desa kita atau tempat tinggal kita terkena banjir. Tahun lalu hanya semata kaki. Tahun ini ternyata meningkat menjadi selutut tingginya. Maka biasanya akan terlihat dua jenis orang yang berbeda, mereka yang fokus pada masalah dan fokus pada solusi.

Mereka yang fokus pada masalah, biasanya omongannya hanya sebatas berikut:

aaah….. ini banjir makin lama makin tinggi aja, kayanya tahun depan banjir bakal lebih parah lagi nih..

Ini kerjaan pemerintah apa aja sih? masa banjir dari dulu sampe sekarang malah gini gini aja.

Tuh liat di selokan pada tersumbat sampah semua, ini nih yang bikin banjir, liat aja tuh sampah banyak banget!

Untuk orang orang seperti mereka, maka obrolan mengenai masalah adalah jagonya. Waktu dan tenanga mereka habis disana. Bahkan biasanya tidak mampu memberikan kontribusi apapun selain komentar dan komentar. Dia menyalahkan orang lain, dia menyalahkan pemerintah, dia menyalahkan keadaan. Orang seperti ini, biasanya tak akan tanggung jawab terhadap dirinya apalagi orang lain.

Lalu bagaimana buat mereka yang fokus pada solusi? Pasti berbeda, bahkan sangat jauh berbeda. Pertanyaan yang sering muncul dalam obrolannya adalah, bagaimana caranya agar ke depan banjir tak separah ini?

Bagaimana agar mencegah orang orang buang sampah di selokan? Bagaimana caranya agar selokan ini tetap bersih dan jauh dari sampah numpuk?

Pertanyaan yang sering muncul nanti adalah, BAGAIMANA?

dari Bagaimana ini, biasanya nanti akan muncul suatu “cara”…. Jika pertanyaannya “Kenapa ya?” maka nanti yang akan muncul adalah alasan…

Maka… yuk kita perbaiki diri kita semua, kita bismillah mulai saat ini, tuk mencoba fokus pada solusi bukan fokus pada masalah. Jika setiap orang (bukan hanya pemerintah) fokus pada solusi banjir, insyaAllah ide ide dan komitmen untuk memperbaiki diri kedepan akan hadir.

Iklan

One thought on “Fokus pada solusi

  1. punya pengalaman juga sama orang yang fokusnya pada masalah. Yang ada jadi capeeeek banget dengernya. Kita kasih solusi untuk masalah yang dihadapi malah dibilang terlalu ribet. Hehehe
    Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s