Sahabat anakku adalah ayahnya..

ayah idaman

Mungkin yang akan kita sampaikan di hari ini hanyalah kisah nyata, sebuah keluarga yang pernah saya temui dalam hidup ini. Keluarga ini pada dasarnya keluarga yang baik, hanya saja ada beberapa hal yang akhirnya membuat keluarga ini cukup kurang nyaman. Semoga hal ini bisa menjadi ibrah bagi kita semua.

Mungkin tidak ada yang salah dengan keluarga ini, pihak suami sudah memiliki penghasilan cukup besar untuk menghidupi istri dan 2 orang anaknya. Keluarga ini juga cukup baik baik saja jika terlihat dari luar, mereka selalu Nampak baik dan tidak ada kekurangan dalam hal apapun. Tapi ternyata saya sempat mengetahui hal ini dari obrolan dengan sang anak…

Anak itu bilang, “ayah orangnya jarang dirumah, kayanya sibuk banget kerja, dan waktu hari libur juga kerjaannya Cuma baca Koran atau ga ngerjain hal hal yang jadi hobinya. Ayah jarang banget ngobrol dengan ibu, apalagi dengan saya atau adik.. Ayah orangnya pendiem, gara gara hal itu saya juga jadi kaya gimanaaa gitu kalo mau ngobrol dengan ayah.. Kaya kurang akrab aja… “

Memang benar setiap anak, bahkan rata rata hampir semua anak memiliki kedekatan cukup special dengan ibu. Hal ini tak bisa dibantahkan, bahkan hampir setiap anggota keluarga menyepakati hal ini. Seorang ibu biasanya sangat tahu seluruh masalah yang ada di keluarga, mulai dari nilai ulangan, sampai baju yang sobek ataupun sepatu yang rusak, ibu biasanya tahu pasti. Sedangkan para ayah, (mungkin karena sibuk mencari kerja) menjadikan perhatiannya kepada setiap anaknya berkurang cukup drastis.. bahkan rata rata, seorang ayah itu tau kondisi anaknya ketika anaknya sakit… kenapa? Karena pastinya anak hanya tertidur di kamar dan ini jadi bahan pertanyaan ayahnya.

Sering kali para ibu selalu cerita pada suaminya tentang kegiatan anaknya, namun seringkali juga para ayah hanya mendengar mendengar dan mendengar… tanpa ekspresi, tanpa timbal balik interaksi dengan istri menanggapi hal itu. Lama kelamaan akhirnya interaksi suami istri menjadi dingin, interaksi ayah dan anak menjadi dingin dan keluarga pun sedikit kurang nyaman.

Sebenarnya…. Bisa dibilang para ayah rata rata bersikap seperti itu, sebagian besar. Hanya sedikit sekali para ayah yang ikut memandikan anaknya yang masih balita, mengganti popoknya, ikut membantu mencuci piring, membersihkan rumah dan sebagainya. Rata rata para ayah berubah layaknya raja di rumah, segala urusan diserahin ke istri, segala permasalahan diserahin ke anggota keluarga yang lain.

Pernikahan, salah satunya bertujuan agar suami dan istri bekerja sama demi tujuan pernikahan… meraih ridha Allah dan surgaNya untuk keluarga. Dan kerja sama disini berarti juga saling membantu saling menghargai saling mengerti, termasuk dalam hal hal sederhana seperti pekerjaan rumah..

Semoga semakin banyak para ayah yang mau membantu istrinya, semoga semakin banyak para ayah yang mau menjadi sahabat anaknya.. inilah yang pernah saya denger dari seorang ibu…

“Anak saya itu yah… sahabat yang paling deket dengan dia itu ayahnya… tapi tetep aja ayahnya masih kalah dengan saya kalo deketnya mah J “

Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s