Membiasakan kalimat insyaAllah

Membiasakan kalimat Insya Allah

                Bismillahirrahmaanirrahiim… RBI readers yang dirahmati Allah, semoga kian hari artikel-artikel kami memberikan manfaat kepada seluruh umat. Dan semoga tidak ada bosan-bosannya kita mencari ilmu dan memperbaiki ibadah kita. Insya Allah salah satu pembahasan hari ini adalah mengenai  kalimat ‘Insya Allah’.

Yup benar banget. Telinga kita pasti sudah sering mendengarnya. Atau bahkan kitapun sering mengutarakannya. Namun apa sih sesunguhnya arti Insya Allah? Dan untuk apa kita mengucapkan itu?

Mengutarakan kalimat Insya Allah adalah salah satu perintah-Nya yang telah tertera dalam kitab Al-Quran. “Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu “Aku pasti akan melakukannya esok pagi . Kecuali dengan mengatakan ‘Insya Allah’…”QS. Al-Kahfi:23-24.  (Terjemahan depag). Dua ayat tersebut adalah perintah kepada Nabi Muhammad SAW yang turun setelah ada dua lelaki yang bernama Nadhar bin Harits dan ‘Uqban bin Abi Mu’ith mengunjungi beliau bersama para pengantar dari orang-orang Quraisy lantaran perintah pendeta Yahudi untuk menanyakan tiga perkara kepadanya. Yang apabila semua pertanyaan tersebut bisa dijawab oleh Nabi Muhammad SAW, itu pertanda bahwa Nabi Muhammad adalah benra-benar utusan Allah dan mereka berdua (Nadhar bin HArits serta ‘Uqbah) wajib mengikutinya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pertama tentang kelompok yang berpergian pada zaman dahulu dan pada mereka ada kejadian yang menakjubkan. Kedua tentang seseorang yang thawaf mengelilingi timur dan barat dan perkara yang terakhir tentang ruh. Apa itu ruh?. Setelah mereka selesai bertanya, Rasulullah menjawab “Akan saya jawab pertanyaan-pertanyaan itu besok dan tanpa kecuali” Kemudian mereka pergi sementara Nabi Muhammad SAW belum mengucapkan ‘Insya Allah’ (Atas kehendak Allah).

Ketika esok tiba, jibril pun belum menurunkan wahyu Allah kepadanya sehingga Nabi Muhammad SAW cemas, hawatir tanggapan para penduduk Makkah. Sampailah lima belas hari kemudian JIbril baru menurunkan wahyu-Nya untuk menjawab pertanyaan mereka serta dua ayat  teguran bagi Nabi Muhammad agar senantiasa mengucapkan ‘Insya Allah’ saat berjanji.

Menurut para Mufassir bahwa dua ayat tersebut  berarti , ‘ Wahai Rasulullah Janganlah kamu berkata untuk menjanjikan sesuatu kelak kecuali engkau menyertakan maksud janjimu dengan ‘Insya Allah’ sesungguhnya Aku (Allah) yang menghendaki sesuatu akan terjadi kelak’

Mayoritas masyarakat umum masih menggunakan kalimat ‘Insya Allah’ hanya untuk janji yang menurut mereka fifty-fifty bisa dikerjakan atau tidak bisa dikerjakan. Atau na’udzubillahnya kalimat tersebut disalah gunakan untuk berbohong lantaran hawatir teman atau yang dijanjikan kecewa maka kita mengandalkan lafaz Insya Allah dengan harap tidak akan marah teman kita. Padahal kita tahu kita tidak bisa melaksanakan janji tersebut.

Dari paparan diatas, maka sudah sepatutnya seorang muslim berjanji dengan menyertakan lafaz ‘Insya Allah’ dalam setiap janji kita. Meskipun kita yakin akan sangat menepati janji tersebut karena tidak ada halangan untuk menepatinya atau kita tidak yakin alias masih ada kemungkinan hal-hal tersebut tidak terlaksana karena ada hal-hal  yang tak bisa diduga yang bisa menghalangi. Contohnya, janji akan menjemput teman tepat waktu, janji akan menghubungi teman dan-lainnya.

Sudah kewajiban seorang muslim menepati janjinya. Namun karena yang mengatur semuanya termasuk perkara ‘yang akan datang’ adalah Allah SWT maka setelah kita berusaha semaksimal mungkin untuk menepati janji kita bahkan telah menyertakan niat janji kita dengan kalimat ‘Insya Allah’ (Atas kehendak Allah) sisanya mengenai terlaksana atau tidak adalah kehendak Allah. So, ingat selalu ya ^^. Allahu A’lam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s