Prasangka Hati

my feelingRasulullah menasihatkan, “Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu apa-apa yang tentram jiwa padanya dan tentram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati,walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya..”

                Setiap manusia memiliki hati. Yang di dalamnya seolah-olah memiliki sensor. Ia memiliki perasa yang membuat kita bisa berprasangka. Tak sedikit dari prasangka itu yang benar adanya, namun tak jarang juga meleset sehingga jatuh pada tuduhan.

Hati tak bisa dibohongi. Itu kata banyak orang. Mungkin memang benar, hati memiliki beribu saraf sensitif yang membuat kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Pertanyaan mungkin muncul dalam dinding pikiran kita..jika hati begitu sensitif, lantas mengapa masih banyak yang tertipu daya, luput dari keimanan dan jatuh pada kehinaan???

Jawabnya adalah..karena hati tercipta demikian. Hati tercipta mencintai kebaikan dan keburukan (QS.As-Syams :7). Tugas “pemilik sementara” hati itu adalah memilih. Memilih untuk mengikuti hasrat baik atau hasrat yang buruk. Semua memiliki alurnya. Semua memiliki jalannya dan resikonya.

Lantas mari kita berkicau mengenai isi hati yaitu Cinta. Sebuah kata yang sering menemani kemana kata hati berada. Cinta adalah dua jalan tersebut. Cinta ada yang berhasrat baik dan ada yang berhasrat buruk. Maka benar ketika kita sadari bahwa cinta sering tanpa logika. Sebab hati diciptakan tanpa ukuran dan tanpa memiliki alat pengukur kadarnya. Sehingga jangan heran ketika ada yang begitu cinta kepada penciptaNya hingga rela melepas segalanya. Mulai dari meninggalkan istri dan anak yang dicintainya di padang pasir panas, gersang dan tak berpenghuni (Ibrahim) hingga mau mengikuti perintahNya untuk menyembelih anak yang telah ia nantikan berpuluh tahun lamanya.  Ini cinta tanpa logika namun penuh keimanan yang berbalas cinta abadi di surga.

Cinta sering membutakan mata. Hingga tak jarang hati tertipu akan segala rayunya. Ternoda makna cinta suci karena sikap manusia yang bersifat serakah dan tergesa-gesa dalam memaknai cinta. Seandainya saja ia menggunakan hatinya di hasrat yang baik, maka ia akan memahami bagaimana cara menjemput cinta yang juga baik untuk kehidupannya hari ini atau esok hari.

Samar segala kebenaran karena hati yang keras dan tak mau mengimani penciptaNya. Jika hari ini tercipta banyak manusia tak beradab, itu karena mereka tak diajarkan bagaimana menjaga hatinya sehingga membuat dirinya baik juga. Bukankah jika hati baik maka akan baik segala kehidupan kita??

Jika bertanya kemana kita harus belajar memaknai hati, mencari kebenaran, mengasah kepekaan akan jalan kebaikan, serta mampu merasakan cinta suci yang tak ternoda dengan sikap-sikap murahan, jawabnya adalah pada perenungan akan kemana hidup setelah ini.. bersama Kitab dan Sunnah yang Ia titipkan pada dunia ini..kita akan memahami bahwasanya kelak hati pun akan berbicara atas segala prasangka dan niat baik atau buruknya di hari kesaksian.

Setiap hati menemukan kemana arahnya, setiap cinta menemukan siapa tautannya, semoga berlabuh segalanya dalam kebaikan. Agar tak ada yang lagi menodai cinta. Karena jika cinta bermakna pertemuan dua hati yang saling merindu, itu hanya tersucikan oleh pernikahan yang dijaga dengan penghambaan.

Selamat mencintai, dan menebar cinta dalam kebaikan.. prasangka hati tak akan salah ketika hati itu selalu berusaha baik di hadapanNya..

Rintik hujan menetes perlahan
Menepis lembut butiran kabut dinding dinding kaca
Membersitkan cahya nan meredup

Nampak samar cahya kebenaran
Berbaur lekat dengan prasangka Ketulusan jiwa
Terbalut praduga merana

Akankah ku temukan hati mutiara
Yang memancarkan
cinta tiada kan sirna
Yang tetap bercahaya dalam gelap
Nampak indah dalam benderang 

Berkilauan sinarnya penuh pesona yang menyejukan siapapun jua


Akan ku rengkuh dalam kasih kau, Ku biarkan di hati
Bersemayam abadi

Tak kan kubiarkamu pergi
Ku jaga kesucianmu kasih

Ku dengar nuranimu

Buatku berteduh

Untuk selamanya

 

(Justice Voice-Kebenaran)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s