Hujan Itu Mensucikan Bumi

hati hujan

Hujan Itu Mensucikan Bumi

(sebuah renungan mengenai niat dalam pernikahan, oleh: M.Fauzil Adhim)

Pernikahan, sebuah kata yang selalu menggetarkan bagi siapa saja yang mengerti makna agung di dalamnya.. sebuah Mitsaqan – ghalizan

                Adakalanya niat kita dalam menikah itu masih belum bersih, kemudian Allah memberikan kasih sayangNya. Allah memeberikan berbagai keadaan sehingga kita mensucikan niat kita. Allah menurunkan peristiwa2 sehingga kita mengetahui kekotoran niat kita yg selama ini tersembunyi dari pengetahuan kita sendiri.

Adakalanya niat sudah bersih, kemudian Allah menguji kesungguhan niatnya. Allah memberikan ujian, sehingga tampak apakah ia bersungguh-sungguh dengan niatnya. Sehingga tampak apakah ia tetap berpegang kepada taliNya di saat menghadapi kesulitan. Sehingga semakin kokoh niatnya jika ia tetap memegang niatnya. Yang demikian insya Allah akan membuat niatnya lebih dekat kepada barakah dan tidak mudah luntur oleh keadaan sesudah menikah.

Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS. Ali Imran[3]: 154)

Sebagian orang ridha terhadap apa yang terjadi, sehingga Allah menambah kemuliaan dan keberkahannya. Sebagian merasa kecewa, kemudian memperbaiki hati setelah tahu kesalahannya.

Adakalanya Allah mensucikan bumi dengan menurunkan hujan. Dalam hujan ada kilat dan petir.

                Pensucian niat bisa juga terjadi karena bertambahnya ilmu. Ketika seseorang memperoleh pengetahuan yg lebih baik mengenai agamanya, akhirnya ia mengenali kekeruhan niatnya yg selama ini tidak diketahuinya. Itulah mengapa ketika setelah menikah suami-istri tetap harus mencari ilmu.

Siapapun yang hari ini tengah berjuang mencari keberkahan untuk pernikahannya mudah-mudahan mereka dapat menjadi suami-istri yang penuh barakah. Mudah-mudahan mereka dapat menjadi orangtua yang penuh barakah. Mereka melahirkan keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah  melalui pernikahan mereka. Aamiin

Wallahu a’lam bi shawab

Mudah-mudahan Allah memperbaiki niat kita. Mudah-mudahan Allah melepaskan kita dari gharur (terkelabui) atas perkara-perkara yang kita sangka niat kita, padahal hanya angan-angan yang kita jelaskan dengan akal.

(dari buku kupinang kau dengan hamdalah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s