Merubah Harga Diri Kita

Merubah ‘Harga Diri’ Kita

    Pernahkah kita berkaca ke belakang ? Lima tahun yang lalu atau sepuluh tahun yang lalu. Apa saja tontonan kita, buku-buku bacaan kita dan segala aktivitas yang selama ini mendominasi kita ? Karena semuanya itu kelak akan mempengaruhi bagaimana pola pikir kita. Dan tentunya, pola pikir kita ini akan menentukan aktivitas kita.

Sangat berbeda jauh seseorang yang terbiasa bertahun-tahun dalam hidupnya hanya membaca buku komik saja, hanya menonton sinetron saja dengan orang yang bertahun-tahun telah menghabiskan waktunya untuk membaca buku-buku yang bermanfaat, menonton tayangan ilmiah dan lain-lain. Lalu bagaimana caranya kita melihat perbedaan itu ? Mudah saja. Kita lihat apa yang menjadi kesehariannya, apa saja isi pembicaraannya.

Saudaraku, mari kita menelisik diri kita lebih jauh. Karena kita adalah seorang Muslim. Yang seharusnya kita selalu mengevaluasi diri kita. Bagaimana harga kita dihadapan Allah? Apakah kita dihadapan-Nya na’udzubillah min dzalik hanyalah seonggok daging yang kerjanya hanya menonton-tidur-menonton? Maka kata ulama kita Syeikh IbnuTaymiyyah ‘’Harga diri seseorang itu tergantung apa yang ia pinta ’’

Orang yang meminta dan berkeinginan hanya untuk memuaskan nafsunya saja, hanya meminta dunia saja maka seperti itulah harganya dihadapan Allah. Maka Allah berjanji dalam kalam-Nya ,

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di dunia ini apa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan bagiya di akhirat neraka Jahannam, dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir”QS. Al-Isra:18

Sedangkan orang yang meminta dan berkeinginan kehidupan diakhiratnya lebih baik, sehingga ia tidak memuaskan nafsu buruknya (mudah mengontrol) ketika di dunia. Maka Allah berjanji dalam kalam-Nya lagi,

. Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik”QS. Al-Isra: 19.

 

Saudaraku, bila kita masih sulit mengenali diri kita, alangkah baiknya kita mulai sedari dini mempelajari pengetahuan tentang diri kita, agar kita dengan segera merubah ‘harga diri’ kita. Karena itulah pengetahuan dasar kedua yang sepatutnya kita tahu setelah ma’rifatullah (pengetahuan tentang Allah). Dan perbanyaklah memohon kepada-Nya “Allahumma ‘arrifnii nafsii” Ya Allah kenalkan aku dengan diriku. Semoga setelah itu tak ada lagi penyia-nyiaan dalam hidup. Allahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s