Episode Surat Cinta

episode surat cinta Pernahkah Anda jatuh cinta? Jawabannya adalah pasti Ya!

     Jika seseorang sedang puitis, maka pahamilah bahwa benih-benih asmara mulai bersemi di hatinya. Benih-benih itu mengalir melalui darah dan nadi, lalu menggerakan otot dan jemari tangan untuk menggoreskan tinta di atas kertas khusus, merangkai kata demi kata hingga berbaris indah dan berhias bunga bak tulisan seorang pujangga.

Bagaimana dengan si penerima tulisan cinta itu? Ia akan terus membacanya. Sekali, dua kali, tiga kali. Bahkan mungkin berpuluh kali. Tak peduli lampu padam, ia akan berusaha menghidupkan lilin untuk sekedar bisa membacanya kembali. Kata demi kata dibaca dengan penuh perasaan dan perhatian. Jika ada kata atau kalimat yang kurang dipahami maksudnya, ia akan terus membaca hingga yakin betul apa yang tersirat, meski harus membacanya seribu kali.

Begitulah sepenggal kisah cinta dua manusia yang kadang hanya fatamorgana belaka. Lain halnya kisah cinta Sang Pencipta dengan CiptaanNya, manusia. Allah begitu cinta dan sayang sekali padanya. Kecintaan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk yang tidak terhingga dan puncaknya adalah “Surat cinta-Alqur’an”

Surat tersebut bukanlah hanya rangkaian kata-kata murahan yang diperjualbelikan di pasar. Namun merupakan untaian kata-kata yang tinggi dan tidak ada yang bisa menandingi, meski hanya membuat tandingan bagi satu surat terpendek sekalipun.

Untaian kata-kata yang penuh makna. Penuh rambu-rambu, penuh petunjuk dan berbagai aturan lainnya demi keselamatan dan kebaikan kekasihNya. Akan tetapi ungkapan cinta yang begitu dalam, tidak mendapatkan  respon yang setimpal. Diantara mereka ada yang mencampakan surat-surat tersebut. Ada yang mengakui namun tidak mau membacanya terlebih mempelajari. Di antara mereka ada yang selalu membaca namun tidak mengidahkan pesan-pesan yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Sungguhpun demikian, Allah tetap sayang kepada hamba-hambaNya. Hal ini tentu tidak seperti manusia, yang mungkin akan memutuskan hubungan cinta, begitu surat cintanya tidak pernah dibalas. Namun Allah tidak, Ia tetap memberikan kesempatan, kesempatan dan kesempatan, sambil terus memberikan berbagai kenikmatan hingga ajal menjumpai kita. Realitas inilah yang diisyaratkan Allah dalam firmanNya:

“Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakkan kebaikan (kesenangan), pastilah diakhiri umur mereka.”

(QS. Yunus [10] : 11)

*diambil dari buku Refleksi Seorang Dai, ES. Soepriyadi. Syaamil: 2001, ~surat cinta~

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s