sejarah ketupat ternyata salah satu warisan Sunan Kali jaga

sejarah ketupat Bismillah… segala puji bagi Allah yang memberikan kepada kita segala nikmat Nya yang tak terhitung, tak terkira..🙂

Sahabat RBI sekalian, kemarin bertemu dengan seorang dosen Perguruan Tinggi di negeri ini dan dalam perbincangan beliau sempat bilang ada satu sejarah tentang Ketupat yang beliau ketahui..

Ternyata di Negeri ini, Ketupat itu sudah mulai masyhur dijadikan tradisi dalam lebaran idul fitri semenjak dakwah sedang dilakukan oleh Kyai Sunan Kali Jaga. Dan kurang lebih Ketupat itu berarti “yang empat”🙂

Agar mudah diterima masyarakat di kala itu, Sunan Kali Jaga memberikan “empat” hal yang mesti kita coba tanamkan dalam diri ketika lebaran idul fitri. Sehingga diri kita tidak terlarut dengan kegembiraan semu tentang perginya bulan suci Ramadhan. Banyak yang ketika Ramadhan menjadi pribadi yang sholeh, namun ketika Ramadhan pergi, dia kembali baragajul ( bahasa apa ituuu? hehe)

Lalu “empat” hal tadi itu apa? :

– Lebaran itu dari mengambil maksud Lebar’an yang diartikan bermuhasabah… Kita sebagai Muslim, diminta untuk memuhasabah diri dengan jujur, dan meminta ampun kepada Allah atas apa kekurangan yang kita punya, atas amal sedikit yang kita miliki, atas lemahnya azzam yang kita punya.. Kita mengevaluasi atas kesalahan kita secara jujur, seluruhnya..

– Luberan, yang ini bermaksud seperti air yang dimasukan kedalam gelas, lalu luber… ini berarti tumpah, tumpah untuk bermanfaat pada orang lain, pada sesama, jadi setelah lebaran ini kita seharusnya jadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang orang di sekeliling kita..

– Laburan, yang ini bermaksud jadi ketika ada yang punya salah kepada kita, kita langsung menghapusnya…. langsung mengikhlaskannya… (kurang lebih begitu penjelesannya hehe)

– tapi sayang poin yang terakhir saya lupa… karena ga dicatet, u.u

mungkin yang jadi menarik adalah… ada beberapa orang yg melihat salah satu upaya dari Sunan kali jaga ini sebenernya menjelaskan tentang ibrah dari QS Ali Imran ayat 133 – 135. naah… ini yang mesti kita contoh… mengajarkan al quran dengan cara yang mampu diterima dengan mudah, mampu dipahami oleh orang orang yang paling sesederhana mungkin….

Meskipun lebaran sudah berlalu, tapi karena posting ini kembali kita haturkan, mohon maaf lahir batin🙂

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s