Memperoleh Mahar yang Berkah

memperoleh mahar yang berkahMemperoleh Mahar yang Berkah

                     ‘Mahar’ memang tak asing lagi di telinga kita. Apalagi bagi yang telah menikah atau sekarang yang sedang berencana dalam waktu dekat ini akan menikah. Hm…mau minta mahar apa ya? Uang kah…mobilkah….atau hapalan Al-Quran? J

                     Dalam hal ini, meski kata ‘mahar’ tidak asing, namun masih banyak diantara kaum akhawat yang pusing ketika ia harus menetapkan mahar. Padahal sejatinya kita tidak perlu pusing-pusing. Islam telah menunjukkan pada kita bagaimana caranya agar mahar yang diperoleh adalah mahar yang terbaik. Yaitu yang bisa menjadi pintu awal keberkahan pernikahan kita. Lalu apakah itu…? Yaitu mahar yang berkah.

Mahar dalam Islam adalah harta atau sesuatu yang diberikan ketika ijab-qobul telah terlaksana maka pada saat itu istri mendapatkan hak untuk memiliki mahar dari suaminya. Karena ini terjadi pada sesuatu yang suci, alangkah lebih baiknya kita sebagai kaum hawa memperhatikan permintaan (mahar seperti apa) terhadap calon suami kita .  Mengapa? Karena tuntunan sunnah bahwa memudahkan untuk mendapatkan mahar akan mendapatkan berkah didalamnya. Seperti dalam hadits,

ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﻳُﻤْﻦِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﺗَﻴْﺴِﻴْﺮُ ﺧِﻄْﺒَﺘِﻬَﺎ ﻭَﺗَﻴْﺴِﻴْﺮُ ﺻَﺪَﺍﻗِﻬَﺎ ﻭَﺗَﻴْﺴِﻴْﺮُ ﺭَﺣِﻤِﻬَﺎ “

Di antara kebaikan (berkah) wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya dan mudah rahimnya.” [13]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/77, 91), Ibnu Hibban (no. 1256 al-Mawaarid) dan al-Hakim (II/181).

Perlu ditekankan bahwa dalam setiap hadits yang berkenaan dengan mahar maka yang dimaksudkan hadits adalah memudahkan suami untuk memberikan mahar kepada istrinya.  Sering kita melihat beberapa orang menerjemahkan haditsnya sehingga diartikan ‘mahar yang murah’. Tentu ini adalah keliru. Mengapa? Karena mahar yang harganya murah belum tentu mudah didapatkan oleh suami.  Contohnya banyak sekali barang-barang murah yang sulit didapatkan dikarenakan didaerahnya tidak ada, atau sangat langka, dan lain-lain. Maka alangkah lebih baik dalam pengamalan hadits berkenaan tentang mahar kita mengikuti terjemahan yang betul yaitu mahar yang ‘mudah bagi suami’.

Dapat kita panuti dari Rasulullah SAW dan para sahabat bahwa mereka tidak disulitkan ketika diwajibkan memberikan mahar. Rasulullah diminta oleh Khadijah r.a bermaharkan unta merah yang sudah jelas harganya mahal, namun bagi Rasulullah SAW itu mudah beliau berikan kepada Khadijah r.a. Sama seperti para sahabat yang diminta oleh istrinya untuk memberikan pedangnya, atau baju perang sebagai mahar. Pedang dan baju perang adalah barang yang mahal namun mudah bagi para sahabat untuk memberikannya kepada istrinya.

Darisanalah semoga hati kita terketuk untuk tidak asal-asalan saat hendak menentukan mahar. Bukan dilihat dari mahal atau murahnya mahar tersebut. Tapi dilihat dari ‘apakah permintaan mahar ini (baik harta ataupun hafalan Al-Quran) mudah baginya atau malah menyulitkannya?’

Wallahu a’lam.

 

Iklan

One thought on “Memperoleh Mahar yang Berkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s