Jangan buang tenagamu, hiduplah seperti musafir

semangat mudikSebuah nasihat sederhana dari Rasulullah saw, “hiduplah kalian di dunia layaknya seorang musafir, layaknya seorang yang sedang dalam perjalanan”

Kalo kita buat ini lebih sederhana, mungkin ibarat kita mudik. Anggaplah kita mudik dari Bandung ke Garut. Di tengah perjalanan ternyata kita banyak diamnya, jadi waktu ngelewat jalan ada tempat makan yang penuh pengunjungnya, Jadi kita berhenti dulu, makan dulu, ngaso dulu, istirahat dulu.

Beres dari tempat makan kita berjalan lagi, tak lama kita lihat di jalan Cagak nagrek ada satu hamparan sawah yang cukup luas. Kita berhenti dulu, kita foto foto dulu, Kita istirahat dulu, kita lepas lelah dulu, kita nikmati angin sawah dulu, kita nikmati pemandangan hijau dulu.

Beres dari hamparan sawah itu, kita lewat jalan Kadungora, ada satu tempat wisata di Leles, kita nyimpang dulu kesana, masuk ke tempat wisata itu dulu. Menikmati situ (danau) dulu disana.

Teman teman sekalian, alangkah lamanya waktu yang bisa kita tempuh jika dalam perjalanan mudik kita, kita lalui seperti yang tadi. Mudik seperti biasa saja kita sudah cape, sudah banyak tenaga yang kita gunakan. Lalu apa yang akan terjadi jika justru kita banyak menyimpang dulu waktu mudik, banyak istirahat, banyak diem dulu waktu kita mudik. Bisa terbayangkan berapa banyak tenaga tambahan yang mesti kita keluarkan.

Pastinya tenaga banyak yang keluar, waktu juga terpakai lebih lama, tapi tujuannya sama? ya sama, tapi mungkin kita bisa saja melupakan tujuan utama perjalanan kita.

Saudara saudara sekalian, begitu juga yang berlaku terhadap kehidupan kita, bisa jadi kita ini terlalu asyik terhadap apa apa yang ada di pinggir jalan, dan melupakan tujuan perjalanan kehidupan kita yang sesungguhnya. Kita terlalu asyik beristirahat, terlalu asyik berhenti di pinggir jalan, terlalu asyik menikmati pemandangan dan melupakan tujuan perjalanan itu sendiri.

Oleh karenanya, mari kita perbaiki cara pandang kita sama diri kita sendiri. Sebenernya tujuan hidup kita ini untuk apa? bukankah kita ini berlelah lelah untuk mencapai tujuan itu? bukankah kita berjuang di dunia ini untuk mencapai tujuan hidup kita, kembali kita tanya diri kita semua. Kita ini hidup untuk apa? Apa tujuan hidup kita?

Semoga bermanfaat

Rumah buku iqro – toko buku online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s