tengok sejenak hadits tentang ukhuwah

Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw bersabda.

“Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka jangan berlaku aniaya kepadanya, jangan menelantarkannya, jangan membohonginya, dan jangan merendahkannya. Takwa itu disini, (beliau mengucapkan ini sambil menunjuk ke dadanya dan mengulanginya hingga tiga kali). Cukuplah seseorang dikategorikan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Darah, harta dan kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim yang lain.” HR. Muslim

Sahabat sahabat RumahBukuIqro semua, di hari ini, kita kembali melihat sejenak sebuah untaian perintah yang Rasulullah saw pernah berikan kepada kita selaku umat muslim. Hadits yang disebutkan diatas kurang lebih adalah sebuah rambu rambu kepada kita semua, untuk selalu menjaga dan sangat menjaga kehormatan diri kita dan orang lain sebagai sesama muslim.

Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi. Beberapa kalimat yang Rasulullah sampaikan kepada kita begitu tepat sasaran. Berapa banyak diantara kita yang mengaku muslim, tapi ketika saudara kita mendapatkan karunia kita berpikir yang aneh aneh akan sumber karunia itu? Berapa banyak kita mencoba membohongi saudara kita, teman kita, keluarga kita? Atau kita coba ingat ingat kembali apakah masih ada yang kita musuhi padahal dia adalah seorang muslim? Kembali kita coba untuk mengevaluasi diri disini.

Sebagai sesama muslim, adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk selalu menjaga nilai persaudaraan bersama saudara kita. Saudara kandung maupun saudara seiman juga. Maka kita coba bahas ke hal yang paling sederhana. Merendahkan.

Merendahkan

Bagi kita, mungkin sebuah candaan hanyalah bumbu dalam silaturahim, hanyalah sebuah warna agar komunikasi dan obrolan menjadi lebih asyik. Akan tetapi kita sering melupakan juga untuk berhati hati, jangan sampai dalam candaan yang kita lakukan, justru ternyata menyakiti hati teman kita. Karena ketika hati itu tersakiti, maka kita pun telah merendahkan dirinya, dan ini bisa jadi pemicu dari keseluruhan hadits tadi.

Bismillah, semoga kita bisa menjaga ukhuwah kita dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s