Cinta Diantara Kita

Gambar

Mereka orang-orang yang saling mencintai dengan Ruh Allah, bukan karena hubungan sedarah atau kepentingan memperoleh kekayaan. Demi Allah, wajah-wajah mereka cahaya. Mereka takkan merasakan ketakutan ketika banyak orang ketakutan dan tidak akan bersedih bila ummat manusia bersedih.”

(HR. Ahmad)

                Inilah sebuah hadits yang menggambarkan bahwa ada sekelompok hamba-hamba Allah, yang mereka bukan Nabi, bukan Syuhada, namun menjadikan iri para Nabi dan Syuhada karena kedudukan mereka di hadapan Allah.

Mereka ini seperti digambarkan hadits tersebut, saling mencintai dengan Ruh Allah. Bukan karena sedarah apalagi mencari harta. Cinta diantara mereka indah. Setiap gagasan baik disambut dengan para pendukung dan para pendukung dibingkai manis dalam amal jama’i, bersama-sama melakukan kebaikan.

Itulah ukhuwah. Sebuah rasa persaudaraan yang selemah-lemahnya bermuatan kelapangan hati dan yang tertingginya adalah itsar.. “memprioritaskan saudara melebihi diri sendiri”. Sebuah ungkapan indah tentang ukhuwah hadir mengetuk hati kita,

“Yang Kumaksud dengan ukhuwah ialah bertautnya hati dengan jiwa dalam ikatan aqidah. Aqidah adalah ikatan paling kuat dan mahal. Ukhuwah itu saudara iman, sedangkan perpecahan itu saudara kufur.”

Ya.. cinta pada sesama berlandaskan aqidah bukan hanya menimbulkan ketenangan, tapi ia berbuah pahala dan surga. Karena keindahannya membuat iman kita terjaga. Saudara yang lurus (imannya) memandang para saudaranya lebih utama daripada dirinya sendiri. Karena seandainya ia tak bersama mereka, maka ia tak akan bersama siapa-siapa. Sebaliknya bila mereka tak bersamanya, maka mereka akan dapat bersama yang lain.

Hal ini karena didasarkan pada keimanan, kerinduan dan rasa nyaman yang membuat hati hampa ketika tak bersama mereka. Perasaan ini bukan sebuah rekayasa, karena Allah menitipkan sebuah hati pada setiap diri manusia, yang hati itu mampu peka terhadap apa yang baik dan buruk.

Hari ini kita patut bertanya pada jiwa, tentang rasa dalam cinta yang kita bina. Sudahkah membuat kerinduan yang mendekatkan kita pada cintaNya? Ukhuwah seharusnya membuat hati bergetar tatkala mendengar ada saudara yang terluka, diperangi, atau disakiti,, meski mereka bukan saudara sedarah kita, meski mereka tak punya harta yang akan diberikan pada kita.

Bertanyalah pada persahabatan yang kini kita jalani, sudahkah persahabatn itu membuat iman kita semakin baik? Timbul rasa fastabiqul khairrat atau ingin berlomba-lomba dalam kebaikan? Sudahkah persahabatan kita menimbulkan tetes air mata saat mendoakan mereka dalam ibadah-ibadah kita?

Betapa indahnya ukhuwah mereka terdahulu, sehingga mau mengorbankan segalanya karena kerinduan akan janjiNya. Juga betapa indah janji Allah yang akan menanugi siapa saja yang saling mencintai karenaNya di saat tak ada lagi naungan di hari akhir.

Selamat mencintai karena Allah.. Allahummansuur ikhwanal muslimin wal mujahidin fii kulli makaan.. Ya Allah tolonglah saudara-saudara muslim kami, juga para mujahid di semua tempat.. aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s