4 Kemampuan Utama Pendidikan

Berbicara mengenai pendidikan tentu tak lepas dari objek terdidik atau siswa. Di Indonesia seseorang dikatakan menjadi siswa ketika ia menginjakan kaki di Sekolah Dasar (SD). 6 tahun di SD merupakan sebuah masa panjang yang akan menentukan kepribadian anak dalam menempuh pendidikan di jenjang selanjutnya.

Penting diperhatikan bahwa masa usia SD adalah masa emas dalam pendidikan. Dalam enam tahun ini seorang anak diajarkan mengenali diri dan lingkungannya. Perubahan dari anak-anak menjadi remaja awal juga terjadi di masa SD. Namun banyak juga yang justru menyepelekan pendidikan di SD ini. Padahal di usia 6-12 tahun seorang anak harus sudah memiliki kemampuan dasar yang akan sangat membantunya di kehidupan masa depan.

Menurut para pakar, tidak banyak kemampuan yang harus dikuasai. Menurut para pakar kembali, seharusnya kurikulum sekolah dasar (SD) di Indonesia hanya memfokuskan pada kemampuan dasar saja. Seperti halnya pendidikan di luar negeri. Apa sajakah empat kemampuan dasar ini?

Empat kemampuan dasar ini merupakan hal yang bisa dibilang sederhana, namun jika bisa diterapkan dengan baik akan membawa kebaikan yang luar biasa. Empat kemampuan dasar ini diantaranya adalah kemampuan dalam matematika, menyimak, membaca dan menulis. Satu persatu dari empat kemampuan dasar ini insya Allah akan dibahas.

1. Kemampuan Matematika

Adanya insan-insan yang memiliki kemampuan dalam pemecahan masalah maupun dalam mengerjakan aneka perhitungan merupakan asset yang sangat dihargai. Alhasil, sasaran pendidikan dewasa ini adalah mendorong anak-anak menerapkan matematika pada soal pemecahan masalah dan penyelidikan.”  (oleh Maria Etty dalam bukunya “Menyiapkan Masa Depan Anak)

Matematika selama ini banyak menjadi permasalahan belajar bagi sebagian besar orang. Sebenarnya matematika bukan bertujuan agar anak bisa menghitung luas, keliling, menghafal rumus dan lain-lain. Lebih dari itu, matematika melatih kemampuan pemecahan masalah dan penyelidikan.  Sayangnya pendidikan matematika di negeri ini memang kurang mengarahkan kemampuan itu. Yang ada hanyalah memfokuskan pada materi yang sebenarnya tidak begitu banyak dipergunakan pada kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa gejala yang bisa kita deteksi dari anak tatkala ia merasa ketakutan dengan pelajaran matematika. Menurut the National Center for Learning Disabilities (Amerika), seorang anak dikatakan mengalami hambatan belajar matematika ketika:

  • Menangis atau uring2an tatkala mempelajari bilangan
  • Mengalami kesulitan mengingat bilangan
  • Mengalami kesulitan mengenali bentuk-bentuk walaupun telah berkali-kali diulang
  • Mengalami kesulitan membedakan kiri dan kanan
  • Tidak duduk tenang saat belajar matematika

Kemampuan matematika haruslah dilatih dengan cara yang menyenangkan. Bukan mendidik secara diktator sehingga menimbulkan fobia. Dengan mempelajari matematika seorang anak akan lebih terlatih ketelitiannya, kemandirian, kekuatan dan kefokusan.

2. Kemampuan Menyimak

Menjadi penyimak yang baik merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan bagi akademik ataupun non akademik seseorang. Seseorang yang mempunyai kemampuan menyimak yang baik akan menjadi seorang partner yang baik untuk teman-teman dan lingkungannya.

Menyimak bukan hanya mendengar tapi mendengarkan. Beda antara hanya mendengar dan mendengarkan. Mendengarkan salah satu nagian dari menyimak, karena dengan mendengarkan seseorang juga menangkap apa yang dimaksud. Tidak hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.

Beberapa pertanda seseorang mengalami gangguan menyimak antara lain: selalu kurang memahami perintah, tidak mampu mengerti apa yang dikatakan pertama kali, tidak fokus ketika diajak bicara, sering mengatakan “tidak tahu” ketika ditanya mengenai apa yang telah disimaknya.

3. Kemampuan Membaca

Kemampuan membaca sering dianggap sepele. Padahal membaca adalah salah satu proses yang tak akan pernah berhenti dilakukan hingga akhir usia. Membaca juga merupakan salah satu kemampuan yang sulit dipelajari di awal-awal karena seorang anak harus mengenal huruf, menghafalnya, merangkainya hingga bisa dibaca.

4. kemampuan menulis

Membaca dan menulis merupakan serangkaian aktivitas yang berkaitan juga dengan membaca. Kemampuan motorik ini akan melatih kefokusannya. Dalam hal menulis ada beragam tipe, hanya menulis biasa mengikuti apa yang telah dicontohkan, menulis dari hasil dikte, mengarang dll. Kemampuan menulis di Indonesia tidak begitu dipeljari secara detail. Sekolah-sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara membuat mind maping, bagaimana teknik menulis agar mudah dihafal dll.

Demikianlah empat kemampuan dasar yang seharusnya dipelajari dalam rangkaian pendidikan jenjang usia 6-12 tahun. Semua kemampuan ini rata-rata hanya diberikan secara sederhana di sekolah, maka kita sebagai seseorang yang sudah mengetahuinya bisa memulai untuk mempraktekannya. Berapapun usia kita kemampuan ini akan tetap diperlukan. Dan menjadi tauladan di depan para terdidik bisa menjadi salahsatu alternative.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s