Masuk Syurga dengan membaguskan membaca al quran (5)

Memasuki Syurga dengan Membaguskan Bacaan Al-Quran

(Mempraktekkan Ilmu Tajwid pada Surat)

                Sesuai pembahasan kita yang telah lalu (bagian 1,2,3) insya Allah kali ini kita akan mempraktekan segala teori yang telah dikupas pada baca’awuudz dan surat Al-fatihah. Mengapa Al-Fatihah? Karena Al-Fatihah adalah surat yang wajib dibaca setiap kita sholat. Kedudukannya ketika kita sedang sholat adalah bukan sembarangan. Maka alangkah lebih baiknya kita mulai memperbaiki cara membaca Al-Quran kita pada surat tersebut.

Pembahasan ini adalah mengenai kesalahan yang umumnya terjadi pada bacaan surat Al-fatihah dan bagaimana cara kita membenarkannya.

أَعُوذٌ بِاللهِ مِنَ الشَيْطَانِ الرّجِيم (A’uudzubillaahi minasyaythoonirrojiim)

  1. Pada أعوذ : Rahang kurang terbuka hingga bacaan hamzah (أ) tidak jelas. Maka kita wajib membuka rahang agar huruf hamzah sempurna.
  2. Pada الشيطان : Membaca huruf tho berharakat fathah dengan cara memajukan kedua bibir bibir. Seharusnya tidak dengan memajukan kedua

bibir. Karena memajukan kedua bibir adalah isyarat huruf yang berharakat dhammah.

  1. Pada الرجيم الشيطان : Membaca huruf ro berharakat fathah yang sebe;umnya didahului huruf nun kasroh dengan tidak menipiskan hurufnya sehingga tidak jelas sifat tarqiqnya (sifat tipis). Bacalah dengan menarik rahang bawah seperti akan senyum sebagai isyarat untuk huruf-huruf bacaan tarqiq.
  2. Tidak konsistennya bacaan mad thobi’I dari awal kalimat hingga akhir. Seharusnya konsisten panjangnya.

بِسْمِ االلهِ الرّحمنِ الرّحيم(Bismillahirrahmaanirrahiim)

  1. Pada بسم : Membaca huruf Ba, kurang kuat. Sehingga sifat Syiddah (sifat kuat) pada huruf Ba hilang. Seharusnya dengan kuat.
  2. Pada الرحمن الرحيم : Hilangnya sifat Hams (Sifat mengalirnya udara) ketika mengucapkan huruf Ha (ح).

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْن (Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin)

  1. Pada رب : Membaca huruf Ba dengan kurang sifat syiddah (sifat kuat). Sehingga seoalah-olah disana tidak ada tasydid. Padahal ketebalan akibat adanya tasydid harus terbaca.

الرَّحْمنِ الرَّحِيْم (Arrohmaanirrohiim)

1.Hilangnya sifat Hams (Sifat mengalirnya udara) ketika mengucapkan huruf Ha (ح).

ملِكِ يَوْمِ الدِّيْن (Maaliki yaumiddiin)

  1. Pada ملك : Hilangnya hukum mad thobi’i pada huruf Mim. Padahal huruf mim disana dibaca panjang.
  2. Pada يوم الدين : Hilangnya sifat syiddah saat membaca huruf dal. Seharusnya membacanya dengan kuat/ tidak lemah.

 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ اِيَّاكَ نَسْتَعِيْن (Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin)

  1. Pada اياك : Hilangnya sifat hams (mengalir nafas) pada huruf kaf. Seharusnya ketika membaca huruf kaf baik berharakat atau sukun ia harus mengalirkan nafasnya.

 

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيم (Ihdinashirootholmustaqiim)

  1. Pada الصراط : Huruf shod saat berharakat kasroh menyerupai huruf sin (س). Padahal mereka berbeda. Huruf shod memiliki sifat ithbaq (Bertemunya lidah dengan langit-langit saat pengucapannya) sehingga huruf shod harus lebih terdengar tebal dibandingan dengan huruf sin.
  2. Pada المستقيم : Bersatunya makhraj huruf mim harakat dhommah dengan huruf sin sukun diakibatkan saat memasuki huruf sin kedua bibir kita masih bersatu. Seharusnya dikembalikan lagi dengan cara menarik kembali bibir yang telah bersatu. Karena bibir yang bersatu adalah isyarat makhraj huruf mim. Sedangkan huruf sin sukun tidak menggunakan isyarat bibir yang bersatu.

 

صِرَاطَ الذِّيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِم غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَ لَا الضآلِين

(Shirootolladziina an’amta ‘alayhim ghayrilmaghdhubi ‘alayhim wa ladhooliin)

  1. Pada اَنْعَمْتَ : Terjadinya qolqolah pada huruf nun akibat lidah turun ke bawah dari langit-langit. Sehingga menyebabkan huruf baru yaitu bunyi ( eu) Seharusnya lidah tidak perlu diturunkan ke bawah.
  2. Pada و لا الضالين : Kurang tebal dan terlalu pendeknya mad huruf Dhod. Padahal di kalimat tersebut hukum Dhod adalah mad lazim yang panjangnya 6 harakat. Untuk menebalkannya wajib mengangkat lidah bagian belakang dan tengah lidah ke langit-langit.

 

Semoga pembahasan ini menambah semangat untuk belajar lebih baik lagi. Lekas kita pahami semuanya, semoga Allah memfashihkan lisan kita. Allahu a’lam.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s