Memasuki syurga dengan membaguskan bacaan al quran 3

Memasuki Syurga dengan Membaguskan Bacaan Al-Quran

(Mempelajari Ilmu Tajwid Al-Quran Bagian 3)

Yang ingin baca juga artikel sebelumnya silahkan klik bagian 1 dan bagian 2

Alhamdulillah mari kita lanjutkan perjuangan kita mencapai Syurga-Nya dengan mempelajari dan mempraktekan ilmu tajwid J. Semoga dua pembahasan yang lalu (bagian1 dan bagian 2) dapat kita pahami. Insya Allah kita akan membahas tentang cara menyempurnakan dalam membaca menggunakan hukum tajwid. Tentunya kita harus memperhatikan tempat keluar huruf dan sifat-sifat huruf. Karena dengan begitu kita selalu waspada saat mengucapkan huruf. Sekali lagi saya ingatkan bahwasanya untuk mengetahui kaidah lengkap mari kita banyak membaca tentang ilmu ini diberbagai media. Karena pembahasan ini hanyalah untuk menyempurnakan yang biasanya tidak terdapat dibuku atau masih sangat jarang dibahas padahal ini sifatnya penting.

Menyempurnakan Bacaan Gunnah

  1. Getaran gunnah yang terjadi berasal dari Khoysyum atau bagian dalam hidung sebelah atas. Saat kita membaca bacaan gunnah rasakanlah dengan tangan kita. Apakah ada getaran disana?Jika belum berarti bacaan kita belum sesuai.
  2. Panjang gunnah adalah 2 harakat. Namun ketukan (harakatnya) tidak sama dengan mad thobi’i. Ketukannya adalah 3 harakat. Jadi bacaan gunnah ketika dibaca seolah-olah lebih panjang satu harakat dibandingkan bacaan mad thobi’i.

Menyempurnakan Bacaan Tafkhim (tebal) dan Tarqiq (tipis)

Sebelumnya perlu diketahui bahwa setiap huruf itu memiliki sifat tebal , tipis ataupun terkadang ia bersifat tebal atau terkadang bersifat tipis.

  1. Huruf yang selalu tafkhim (tebal) : (خ , ص, ض, غ, ط, ق, ظ)
  2. Huruf yang selalu tarqiq (tipis) : Semua huruf kecuali yang termasuk huruf tafkhim dan kecuali huruf alif, lam, ro (ا, ل, ر)
  3. Huruf yang terkadang bisa tebal dan terkadang bisa tipis tergantung kondisinya: Huruf Alif, lam dan ro (ا, ل, ر)

Jangan sampai huruf yang tipis kita baca tebal dan sebaliknya.

Menyempurnakan Bacaan Ikhfa Haqiqi, Ikhfa Syafawi, Iqlab, Izhar Syafawi.

  1. 1.     Ikhfa Haqiqi memiliki sifat gunnah sehingga adanya getaran 100 % terjadi di dalam hidung sebelah atas.
  2. 2.     Ikhfa Syafawi memiliki sifat gunnah juga namun getaran yang terjadi 50 % di dalam hidung sebelah atas dan 50 % di mulut. Sehingga dalam prakteknya ketika kita menemui huruf mim mati(مْ)  bertemu huruf ba (ب) berharokat apapun, kita dilarang menutup mulut semua saat membaca huruf mim. Jadi bukalah mulut kita sedikit karena dengan begitu akan terjadi getaran di mulut.
  3. 3.     Iqlab memiliki sifat gunnah juga namun getaran yang terjadi 50 % di dalam hidung sebelah atas dan 50 % di mulut. Sehingga dalam prakteknya ketika kita menemui huruf nun mati(نْ)  bertemu huruf ba (ب) berharokat apapun, kita dilarang menutup mulut semua saat membaca huruf nun. Jadi bukalah mulut kita sedikit karena dengan begitu akan terjadi getaran di mulut.
  4. 4.     Izhar Syafawi . Yang sangat harus kita waspadai adalah ketika bertemu salah satu huruf izhar syafawi yaitu huruf mim mati (مْ) apabila bertemu huruf fa harakat apapun (ف) jangan mpai kita membacanya seperti satu makhraj. Jadi kita harus memberikan hak huruf mim dan hak huruf fa.

 Menyempurnakan Bacaan Mad

Apabila kita telah memahami macam-macam mad maka ada hal penting yang menjadi kunci suksesnya. Yaitu seperti kata imam ibnul Jazary “ Wa roddu kulli wahidin kamitslihi, wa lafzu fii nazhiirihi kamitslihi“

“ Kita harus mengembalikan setiap huruf ke makhrajnya yang asli, dan lafaz yang diucapkan itu bila diulang bacaannya maka harus sama seperti pengucapan diawal” Dalam artian, dalam membaca Al-Quran kita harus konsisten. Contohnya bila saat diawal kita membaca mad thobi’i dua harakat secara hadr (cepat) maka selanjutnya pada saat menemukan lagi bacaan mad thobi’i kita harus membacanya secara hard (cepat) juga jangan berubah menjadi lambat.

Alhamdulillah ini adalah bagian akhir kaidah ilmu tajwid. Dan selanjutnya insya Allah kita akan membahas bagaimana cara menyempurnakan bacaan surat Al-Fatihah. Disana kita akan membetulkan bacaan yang biasanya ini terjadi sebelum kita paham ilmu tajwid. Semoga dengan mengetahui kesalahan pada umumnya, kita dapat membandingkan apakah bacaan surat Al-Fatihah kita sudah betul atau tidak. Jangan lupa untuk tetap banyak membaca tentang ilmu tajwid, banyak bertanya kepada para ahli ilmu tajwid dan banyak berdoa

“Allahummaj’al lisanana faashihan, wa dzakkirnaa minhumaa nasiina wa ‘allimnaa minhumaa jahhilnaa”

“Ya Allah jadikanlah lisan kami lisan yang fashih, dan ingatkanlah kami atas apa-apa yang kami lupa dan ajarilah kami dari hal-hal yang belum kami ketahui”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s