Memasuki Syurga dengan Membaguskan Bacaan Al quran

membaguskan membaca al quran masuk syurga insyaAllahMemasuki Syurga dengan Membaguskan Bacaan Al-Quran

(Mempelajari Ilmu Tajwid Al-Quran Bagian 1)

Sebuah impian besar bagi seorang Muslim adalah bisa beribadah semaksimal mungkin seumur hidupnya. Karena dengan itu kita telah mentaati seruan-Nya dalam Qs. Al-Baqoroh:208. “Wahai orang-orang yang beriman! masuklah agama Islam secara keseluruhan”. Ya . Dengan begitu shalat kita, puasa, zakat, jual-beli, haji, memaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya tidak kita kerjakan dengan semerawut asal-asalan. Bayangkan bila Allah tidak menyeru manusia untuk menyempurnakan ibadah maka tak adanya rasa semangat untuk memperbaiki diri dan belajar lebih lagi. Salah satu ibadah yang masih sedikit disempurnakan cara pengamalannya adalah membaca Al-Quran. Padahal membaca Al-Quran merupakan ibadah yang sering kita lakukan. Umumnya dalam sholat wajib lima waktu.

Mungkin masih banyak dalam benak kita bahwasanya hanya sekedar membaca tanpa tahu hukum bacaan ( misalkan mad thobi’I, mad arid lisukun, ikhfa, iqlab dst) atau sudah tahu tapi enggan mengamalkannya adalah hal yang lumrah. Seperti opini-opini yang beredar “Ah, Allah tahu kok aku cuma bisa baca dengan begini”, “Ah, Allah kan tidak memberatkan hambanya jadi nggak apa-apalah kalau nggak belajar itu”. Jika dalam benak kita masih ada opini-opini tersebut maka lekaslah kita beristighfar memohon ampun pada-Nya.

Ilmu Tajwid berasal dari kata Jawwada arti secara ethimologi adalah memperindah sesuatu. Arti secara istilah adalah pengetahuan tentang kaidah atau hukum tata cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya. Perlu kita pahami menyepelekan ilmu tajwid sama halnya kita merendahkan ilmu Allah. Padahal Allah sudah banyak meringankan bahkan meskipun kita masih terbata-bata tapi masih berusaha membacanya dengan benar kita masih mendapatkan pahalanya. Seperti halnya dalam hadits dari Aisyah r.a berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Orang yang membaca Al-quran dengan terbata-bata, mendapatkan dua pahala”  

Dan sudah jelas pula hukum membaca Al-Quran dengan ilmu tajwid adalah fardhu ‘ain. Banyak dalil yang membuktikan pentingnya membaca Al-Quran dengan kaidah ilmu tajwid sbb :

  1. Dalil dari Al-Qur’an : “ Dan bacalah Al-Quran dengan perlahan-lahan*”. Qs.Al-Muzzammil:4

Ulama-ulama berpendapat bahwasanya yang dimaksudkan perlahan-lahan (tartiil) adalah membaca Al-Quran tidak tergesa-gesa dengan sesuai hukum-hukum tajwidnya. Sehingga terpenuhi hak-hak bacaan huruf hijaiyyahnya.

1. Dalil dari As-Sunnah : Dari Ummu Salamah r.a mencontohkan cara bacaan Rasulullah SAW dengan menunjukkan satu bacaan yang menjelaskan (ucapan) hurufnya satu persatu” HR Abu Daud dan Nasa’I dan Tarmidzi berkata hadits ini hadits hasan.

2. Dalil dari Ijma’ Ulama : Tidah pernah ada dari Rasulullah, dan tidak ada pula pada sahabat atau tabi’in atau Ulama Qira’ah yang membaca tanpa hukum mad, hukum gunnah atau hukum-hukum tajwid yang lain. Dan Ulama sepakat bahwa tajwid adalah hal yang wajib sejak zaman Nabi SAW sampai akhir zaman.

Apa sajakah yang harus diperhatikan ketika kita membaca Al-Quran?

Secara umum kita harus memperhatikan kesalahan (lahn) yang kemungkinan terjadi pada saat kita membaca. Kesalahan dalam membaca Al-Quran dibagi dua yaitu lahn Jalli dan lahn Khofy.

-Lahn Jalli adalah kesalahan yang terjadi pada tabi’at bacaan yang biasanya ahli Qiroah dan orang umum mengetahuinya. Contohnya: Tertukarnya huruf Dhad (ض ) dengan dal (د)pada kalimat (راضية), tertukarnya harokat dengan sukun, tertukarnya sukun dengan harokat.

-Lahn Khofy adalah kesalahan yang terjadi pada tabi’at bacaan yang biasanya diketahui oleh orang yang telah banyak belajar ilmu tajwid dan biasanya tidak diketahui oleh khalayak umum.

Contoh: Memanjangkan bacaan pada bacaan-bacaan yang hukumnya dibaca pendek, kesalahan membaca ketika harus menemui huruf idgham , huruf ikhfa, huruf iqlab, huruf izhar, bacaan gunnah dsb.

Apa yang harus dilakukan agar dapat membaca Al-Quran dengan benar?

  1. Mengetahui kesalahan pada bacaan Al-Quran.
  2. Mengetahui rukun bacaan yang benar.
  3. Mengetahui makharijul huruf ( tempat keluar huruf).
  4. Mengetahui sifat-sifat huruf.
  5. Menyempurnakan cara membaca harokat fathah, kasroh, dhomah.
  6. Mengetahui bagaimana terjadinya suara.
  7. Mengetahui Hukum-hukum bacaan Al-Quran.
  8. Mengetahui kaidah berhenti pada bacaan Al-Quran.

Setelah delapan point diatas kita ketahui, mulailah mempraktekannya saat kita membaca Al-Quran. Dan baiknya dalam totalitas belajar, kita tidak hanya membaca buku-buku tentang ilmu tajwid melainkan berguru pada seseorang yang ahli dibidang tersebut. Karena dengan cara berguru atau biasa disebut (Musyafahah) mempraktekannya didepan orang yang ahli, banyak keistemewaanya yang tidak kita dapatkan bila membaca saja. Salah satu keistimewaannya adalah guru tersebut bisa mencontohkan bacaan sehingga kita bisa melihatnya langsung. Dan apabila ada kesalahan dalam bacaan kita, kita akan segera dibetulkan olehnya.

Atas kehendak-Nya (insya Allah), ikhtiar (usaha) kita dengan memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-Quran memudahkan kita memasuki syurga-Nya. Karena sudah jelas dengan membaca Al-Quran, mentadaburinya, mengamalkannya banyak keutamaannya termasuk salah satunya adalah memasuki Syurga-Nya. Allahu a’lam bishowab.

Penulis : LD

Rumah Buku Iqro – Toko Buku Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s