hal penting dalam rumah tangga

familySetelah pernikahan berlangsung maka ada satu lingkungan baru yang akan menjadi sumber besar semangat dalam kehidupan kita. Tidak lain dan tidak bukan itu adalah rumah tangga keluarga anda. Bermula dari keluarga segala kebahagiaan bisa berkembang, lalu kebahagiaan itu bisa terus berkembang dan meluas hingga aktivitas anda yang lainnya. Oleh karenanya tak jarang mereka yang telah berumah tangga, selalu datang ke perusahaannya, ke bisnisnya, ke tempat kerjanya dengan wajah berseri seri. Rumah tangganya benar benar menjadi penyemangat baru, rumah tangganya menjadi satu kekuatan yang Allah titipkan padanya. Namun jika rumah tangga itu berantakan, maka hal ini akan berdampak pula pada perusahaan yang dia miliki, pada bisnis yang dia jalani, pada tempat kerja yang dia kerja disana. Itu pula tak jarang kita lihat orang orang yang makin tak produktif setelah rumah tangga terbentuk dalam kehidupannya.

Maka disini, kita coba perhatian apa apa saja yang bisa membuat rumah tangga itu sakinah mawaddah warahmah. Serta apa apa saja yang bisa membuat rumah tangga itu berantakan. Kita mesti mengetahui beberapa sebabnya, asal muasalnya, serta mencari penawarnya agar tak terjadi dalam rumah tangga anda, dan rumah tangga kita semua. Pada dasarnya konflik dalam rumah tangga itu wajar, wajar dan sangat lumrah terjadi di seluruh rumah tangga. Tapi bagi keluarga yang tidak dengan konflik, sesederhana apapun itu konfliknya, maka berantakan adalah yang nampak di ujung jalan sana. Ada 3 faktor yang ingin kami bahas, berikut penjelasannya :

1. Faktor komunikasi

Ini permasalahan yang sering muncul dalam beberapa rumah tangga. Secara umum, biasanya kebanyakan suami bersikap cukup cuek terhadap istrinya. Sedangkan sebaliknya, biasanya kebanyakan istri ingin diajak ngobrol oleh suaminya. Percaya atau tidak, masalah komunikasi ini menjadi satu masalah yang sering kali memicu konflik rumah tangga. Hanya karena masalah sederhana, misalnya membuat minum ketika suami baru pulang. Tapi ternyata itu malah membuat runyam suasana.

Biasanya ada hal unik yang sering ditemukan. Ketika awal awal dunia pernikahan berlangsung, komunikasi sangat sering dilakukan. Namun seiring bertambahnya usia pernikahan, ketika anak hadir juga dalam rumah tangga. Biasanya komunikasi mulai tersendat, entah apa alasannya. Awalnya suami istri saling terbuka, setiap ada permasalahan selalu diutarakan didiskusikan, tapi lama kelamaan komunikasi cukup tersendat, mulai memendam masalah, dan disinilah awal masalah bermula.

Maka perhatikan komunikasi anda dengan pasangan, semakin terbuka semakin tumbuh kepercayaan. Semakin terbuka kan semakin muncul rasa menghargai. Semakin terbuka satu sama lain, maka kan muncul rasa saling membutuhkan satu sama lain. Ketika ada hal yang disembunyikan, biasanya dari sanalah mulai ada bibit permasalahan dalam rumah tangga.

2. Faktor financial

Ini juga permasalahan yang sering muncul. Masalah uang, masalah urusan perut. Bahkan jika anda mendapatkan pasangan yang cukup glamor, maka masalah uang bisa berujung pada masalah status, masalah gengsi, masalah kebanggaan. Jika buah hati sudah lahir, maka masalah uang ini kan berujung pada masalah susu sang bayi, popok bayi, masalah baby sister (jika ada), masalah sekolah anak ketika sudah tiba waktunya, masalah uang kuliah, dan terus bersambung.

Uang itu adalah salah satu yang membuat kehidupan berjalan normal. Bahkan dalam islam sendiri, Rasulullah saw pernah memberikan sebuah nasihat dalam sabdanya… yang bisa membuatmu bahagia, wanita sholehah, rumah yang luas, tetangga yang baik serta kendaraan yang nyaman (HR. Ibnu Hibban) alangkah bijaknya Rasulullah, memasukkan 2 hal yang berhubungan dengan materi, rumah dan kendaraan… Rumah adalah indikator kenyamanan tinggal seseorang, kendaraan adalah indikator mobilitas seseorang. Dan pastinya, tanpa uang kedua hal ini sulit juga untuk didapatkan.

Banyak keluarga yang konfliknya berawal dari uang belanja yang tidak cukup. Sang istri marah karena uang belanja ga pernah cukup, sang suami marah juga karena dia sudah cape mencari nafkah tapi istrinya marah marah. Maka saling emosi muncul, dan dari hal uang juga konflik ini bermula. Paling bahayanya adalah ketika sang suami tak lagi dihormati sang istri. Ini yang bahaya, dari sini konflik bisa meledak lebih besar lagi.

Dalam faktor financial ini, yang paling penting dan utama adalah 3 hal, memperbaiki keyakinan anda dan pasangan anda mengenai rezeki. Bahwa rezeki Allah yang berikan. Perbaiki ini terus dan perkuat aqidah ini terus. Rezeki itu ada penghambatnya,  dan dosa adalah salah satu penghambatnya. Jangan sampai anda mengambil rezeki dari yang haram, karena sudah pasti dan sangat pasti hidup anda akan tidak berkah. Musibah demi musibah kan datang bertubi tubi. Hati hati dengan hal itu. Carilah dari yang halal, carilah dari yang halal, dan hanya berharap mendapatkannya dari Allah saja.

Yang kedua perbaiki usaha anda dan pasangan anda. Tak bisa dipungkiri, rezeki Allah memang sudah siapkan, tapi tak akan turun begitu saja. Mesti dijemput, mesti diambil. Cara paling sederhana adalah dengan melaksanakan bisnis. Logikanya, dengan bisnis anda bisa dapat 1 juta, 5 juta, 10 juta hanya dengan memperbanyak transaksi bisnis anda. Misalnya ingin dapet 1 juta, maka tugasnya adalah menjual 100 barang dengan laba 10rb, ingin dapat 5 juta, menjual 100 barang dengan laba 50rb, ingin dapet 10 juta, maka menjual 100 barang dengan laba 100rb. Logikanya sederhana. Tapi kalo logika jadi karyawan, dapat 1 juta, mungkin banyak lapangan pekerjaan dengan penghasilan sebesar itu. Tapi kalo 5 juta? sudah mulai susah dicari, apalagi 10 juta! Maka perbaiki logika dan ikhtiar anda dalam mencari uang.

Yang ketiga, banyak belajar bagaimana mencari uang. Banyak baca, banyak belajar langsung dari yang punya usaha. Lalu berusaha juga untuk bisa melakukannya.

3. Faktor agama.

Bisa dibilang inilah pemicu paling utama sebuah konflik dalam rumah tangga. Tanpa ada bingkai agama, maka segala permasalahan hanya akan dilihat dari cara pandang emosi, nafsu dan kepentingan pribadi saja. Dengan adanya naungan agama, naungan Al quran dan sunnah Rasulullah dalam keluarga kita, maka semuanya dilakukan lebih hati hati. Semua penuh pertanyaan, apakah ini diperbolehkan atau tidak?. Apakah Allah memperbolehkan ini atau tidak?

Keluarga sakinah, adalah impian setiap keluarga. Sakinah itu ketenangan, kenyamanan, dan keamanan. Tapi bagaimana caranya kita ingin keluarga kita sakinah, padahal sumber dari sakinah itu sendiri adalah Allah. Dan kita malah berbuat hal hal yang Allah tidak suka. Maka sulit juga untuk mendapatkan sakinah.

Yang harus anda perhatikan, kekayaan bukanlah sumber kebahagiaan utama. Memang betul uang itu perlu, tapi itu bukan syarat. Bahagia ketika ada uang itu saling melengkapi. Tapi kehadiran uang tanpa sakinah itu hanyalah kenikmatan kering. Tidak ada cinta yang muncul, yang ada hanya harta yang banyak dan kosong hidupnya. Banyak juga mereka yang punya harta banyak, rumah mewah, istri cantik, mobil banyak. Tapi hidupnya kering, hidupnya hampa, dan banyak konflik di rumahnya. Ini masalahnya ga berkah, dan kalo sudah ga berkah, maka musibah bisa datang beruntun kapan saja jika Allah mau.

Perbaiki pemahaman agama dalam keluarga anda. Jaga ibadah ibadah wajib, sholat lima waktu yang paling utama. Jaga juga sumber sumber penghasilan, hati hati terhadap itu. Jaga juga saling mendoakan antara satu dan lainnya. Ini juga mempengaruhi komunikasi anda.

Perbaiki kedekatan keluarga anda dengan Allah. Maka keberkahan rumah tangga insyaAllah bisa anda dapatkan.

(disimpulkan dari berbagai sumber)

Semoga bermanfaat.

Rumah buku iqro – Toko buku online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s