Mengenal Pendidikan Jepang Yang Terinspirasi Dari “Toto-Chan”

GambarKonon keseuksesan pendidikan Jepang saat ini karena mereka belajar dari sebuah pendidikan yang dahulu dianggap tidak benar. Pendidikan di gerbong kereta tua milik sekolah tidak terdaftar bernama Tomoe Gakuen

* * *

                Toto-chan adalah tokoh nyata di Jepang. Bernama asli Tetsuko Kuroyanagi, semasa kecil ia memiliki panggilan Toto-chan. Tetsuko Kuroyanagi kini menjadi artis yang sangat sukses. Ia artis pertama di Jepang yang diakui dunia dan menjadi duta Duta Kemanusiaan UNICEF yang dilakukannya sejak tahun 1984  hingga tahun 1997. Buku autobiography ini ditulisnya sekitar tahun 80an, diterjemahkan dalam banyak bahasa dan terbit dalam bahasa Indonesia tahun 2006.

Tapi tahukah kita bahwa Toto-chan semasa kecil pernah dikeluarkan dari sekolahnya? Hanya karena ia sangat suka menatap jendela, bahkan sering berdiri di jendela kemudian memanggil pemusik jalanan. Ia lebih suka berbicara dengan burung-burung dibandingkan memperhatikan gurunya. Ia juga sangat suka membuka dan menutup lokernya hingga beratus kali tanpa henti. Akibat inilah Toto-chan dikeluarkan dari sekolahnya. Ia dianggap nakal.

Bagaimana kini Toto-chan kecil bisa sesukses ini? Ia bersama hampir 50 teman lainnya menemukan sekolah ini. Sekolah yang merubah hidup mereka, dan kini merubah Jepang menjadi negara yang sukses.

* * *

                Tomoe Gakuen adalah sekolah yang tidak terdaftar di dinas pendidikan Jepang. Juga tidak memiliki sistem kurikulum yang mengikuti sistem pemerintah. Sehingga sekolah ini dianggap aneh. Sekolah ini menggunakan gerbong kereta tua sebagai kelas, dan mereka tidak mengkhususkan sekolah hanya untuk anak yang normal. Toto-chan sendiri memiliki teman-teman yang berbeda dengan dirinya, ada yang menderita polio, kerdil dsb.

Toto chan akhirnya dipindahkan oleh ibunya yang sangat memahami apa yang diinginkan anaknya. Ia memilih sekolah ini, entah atas dasar apa. Ia hanya ingin gadis ciliknya bisa terobati dari keingintahuannya yang besar. Dan apa yang Toto-chan dapatkan dari sekolah ini??

  1. Hari pertama sekolah, sang kepala sekolah Mr. Kobayashi mengobrol berdua dengan Toto-chan. Toto-chan diminta bercerita apa saja. Dan Toto-chan bercerita dari pukul 8.00 hingga waktu makan siang atau sekitar 4 jam. Dalam 4 jam itu, Mr. Kobayashi  tak pernah sedikit pun tak memperhatikann Toto-chan. Sehingga hari pertama sekolah itu Toto-chan sudah mencintai sekolah itu. Baru kali itu ada guru yang mau mendengarkan cerita tentang alasan bajunya yang robek, alasan mengapa ia menyukai rok mama dll.
  2. Setiap anak di sekolah Tomoe Gakuen memiliki panggilan khusus dari guru-guru mereka. Toto-chan sendiri diberi panggilan “anak yang baik”.
  3. Setiap hari, setiap anak boleh menentukan ingin belajar apa sesuka hati mereka. Sehingga setiap hari anak-anak memiliki kegiatan yang berbeda. Guru hanya menawarkan beberapa bidang dan masing-masing mereka boleh memilih mana yang akan pertama mereka pelajari.
  4. Di Sekolah Tomoe ada juga pelajaran musik khusus yang diterapkan oleh Mr. Kobayashi, yaitu pelajaran Euritmik, semacam pendidikan tentang ritme atau irama khusus yang diciptakan seorang guru musik dan pencipta lagu berkebangsaan Swiss, Emile Jaques Dalcroze. Euritmik adalah olahraga yang menghaluskan mekanisme tubuh; olahraga yang mengajari otak cara menggunakan dan mengendalikan tubuh; olahraga yang memungkinkan raga dan pikiran memahami irama. Mempraktekkan euritmik membuat kepribadian anak-anak bersifat ritmik. Kepribadian yang ritmik itu kuat, indah, selaras dengan alam, dan mematuhi hukum-hukumnya. Aktifitas otak atau pun fisik disesuaikan dengan mengikuti irama dan ketukan yang ada.
  5. Anak-anak Tomoe belajar langsung mengenai banyak hal. Seperti Pak kepala sekolah yang mengundang petani untuk hadir dan mengajarkan mereka bercocok tanam hingga panen. Dari sini anak-anak diajarkan tentang menghargai.
  6. Jepang terkenal dengan mendahulukan kedudukan laki-laki di atas anak perempuan. Tapi di sekolah ini tidak demikiaan. Anak laki-laki akan tetap di tegur jika menjahili anak perempuan. Mereka diajarkan cara meminta maaf sehingga membuat mereka jera, sedangkan yang dilukai tak merasakan dendam.
  7. Saat mereka masih duduk di kelas bawah, mereka akan diminta berenang tanpa menggunakan busana apapun. Tujuannya adalah untuk memberitahu mereka bahwa mereka berbeda antara laki-laki dan perempuan, sehingga harus saling menjaga antar masing-masing. Begitu juga yang bertubuh normal dan tidak, mereka akan saling tahu bahwa pada dasarnya mereka sama, memiliki kaki, tangan, hisung dsb
  8. Setiap anak dianggap istimewa. Diperhatikan dengan penuh kesabaran, dsb. Mereka juga sering berjalan-jalan saat  jam sekolah hanya untuk melihat petani yang sedang bekerja, atau ikan-ikan yang berada di kolam. Ini mengajarkan mereka tentang alam dan seisinya.

Begitulah cara belajar Toto-chan di Tomoe Gakuen. Sekolah ini didirikan pada sekitar tahun 1940an, saat tengah berkecamuk perang dunia ke II. Dan menjadi salah satu yang hancur karena bom Amerika yang menggempur Jepang. Namun kini, buku Toto-chan menjadi rujukan sistem pendidikan di Jepang. Dimana mereka menerapkan holistic system, yaitu menyeimbangkan kepintaran dengan aktivitas yang menyenangkan dan bebas.

Buku ini Tetsuki tulis untuk kepala sekolah tercinta Sosaku Kobayashi yang telah memberikan banyak inspirasi untuk Tetsuko Kuroyanagi dan teman-temannya.

Dari sini kita akan belajar banyak sekali. Kita bisa menerapkan sistem ini di rumah jika sekolah anak kita tak seperti Tomoe. Semoga Indonesia mau belajar, dari segala hal yang baik yang dunia titipkan, sehingga kita tak lagi menjadi negara yang tertinggal pendidikannya.

rumahbukuiqro.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s