Menjadi Pahlawan Harta

Gambar

Bagi Anda yang berjiwa pebisnis, pernahkah terlintas dalam fikiran untuk menjadi Pahlawan Harta?

* * *

                Superman adalah seorang super hero yang hampir sempurna. Ia tampan, gagah, jelas pemberani, dikagumi, cerdas, dan yang terpenting ia selalu bisa mengalahkan musuh-musuh dunia. Ia hanya punya satu kelemahan yang sangat fatal, yaitu.. kepahlawanannya hanya ada di dunia khayal.

Menjadi seorang pahlawan bukan berarti harus menajdi super hero seperti superman dan kawan-kawannya. Cukup dengan suatu tindakan yang bisa menyelamatkan manusia dari marabahaya adalah sikap dari seorang panhlawan. Bahkan tingkatan iman terendah adalah juga bersosok pahalwan, yaitu menyingkirkan duri di jalanan.

Tapi tahukah kita bahwa ada satu profesi kepahlawanan yang juga mencerminkan kemampuan memimpin dan kekuasaan? Ia adalah pahlawan harta.

Jika seorang perempuan menempati ruang yang begitu luas dalam jiwa seorang pahlawan, bagaimana dengan kedudukan harta dalam diri seorang pahlawan?

Seperti kita ketahui bahwa Superman, Batman, Spiderman pada dasarnya hanyalah gambaran khayalan manusia. Sampai kapanpun hal ini tak akan menjadi nyata, mengapa? Karena kepahlawanan memiliki tolak ukur, dan tolak ukur tersebut ada di dunia materi. Kita tak bisa dinyatakan sebagai pahlawan ketika berhasil menang dalam pertarungan video game, karena sama halnya dengan superman, ini semua hanya ada di dunia khayal.

Lantas apa itu pahlawan harta? Pada dasarnya harta bukanlah tujuan dari kepahlawanan. Meski banyak yang memiliki harta lebih bisa menjadi pahlawan dibandingkan mereka yan tak punya harta. Tapi sebenarnya, harta adalah  alat penggerak dari sifat kepahlawanan. Harta adalah sumber daya yang memberitahu kita berapa banyak sarana yang kita miliki untuk merealisasikan kepahlawann kita. Semakin besar cita-cita sebagai seorang pahlawan, maka akan semakin banyak juga harta yang dibutuhkan.

Sekali lagi wahai entrepreneur, harta bukalah tujuan utama kita untuk menjadi seorang pahlawan. Tapi harta menjelaskan sumber daya yang dimiliki pahlawan untuk mewujudkan rencana kepahlawanannya. Jadi, penguasaan terhadap harta sama dengan penguasaan terhadap sumber daya kepahlawanan. Inilah mengapa harta begitu penting dalam kehidupan kita. Karena sejatinya masing-masing kita adalah pemimpin, yang harus bisa menjadi pahlawan baik untuk dirinya atau orang lain.

Hari ini sebenarnya kita bisa menjawab sabda Rasulullah, mengapa tiada lagi nabi yang ditus setelah Nabi Syua’aib melainkan ia pasti berasal dari keluarga besar dan kaya. Ini juga mengapa risalah terakhir kenabian turun pertama kali ke masyarakat Arab Quraisy yang mereka terkenal di dunia sebagai pebisnis yang hebat dan berpengaruh, juga menjelaskan mengapa pembesar-pembesar sahabat Rasulullah seperti Utsman, Abu Bakar, Umar adalah pebisnis-pebisnis kaya. Itu juga menjadi jawaban mengapa nabi terakhir dipilih dari kalangan pebisnis, yang kemudian menikah dengan pebisnis, dan menjalankan dakwahnya salahsatunya dengan cara berbisnis.

Itu semua karena dengan harta yang mereka miliki. Mereka bisa memiliki banyak sumber daya untuk memimpin dan mengarahkan. Dengan amanah harta, kita bisa melakukan lebih banyak kebaikan dibandingkan tanpa harta. Bahkan hadits shahih pun berkata bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Ini berarti yang memberi adalah seorang pahlawan bagi si penerima.

Lantas bagaimana dengan kita? Dari setiap harta yang kita miliki itulah kesempatan kita untuk menjadi pahlawan. Seperti halnya negara-negara Islam kaya yang diserang oleh negara-negara tak berperikemanusiaan. Negara tak berperikemanusiaan itu bukan takut kepada harta yang dimiliki negara Islam tersebut, tapi mereka sangat takut jika kekayaan itu berada pada tangan pemimpin yang baik kemudian diberdayakan untuk mewujudkan kepahlawannya dengan cara menolong sesama di jalan kebaikan.

Saatnya kita menjadi kaya, agar semakin banyak sumber daya yang bisa kita gunakan, agar semakin banyak orang yang bisa kita selamatkan dari kelaparan, agar semakin banyak orang-orang yang tidak dibodohi sistem pendidikan, agar kita bisa menjadi pengarah untuk menuju jalan kebenaran.

Selamat berjuang menjadi pahlawan harta. Pahlawan yang tak memakan hartanya sendiri, melainkan berbagi dan bermanfaat bagi banyak orang.

Wallahua’lam bi shawab

(beberapa dikutip dari tulisan Anis Matta,Lc “Harta bagi Pahlawan”, majalah Tarbawi edisi 56 tahun 2003)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s