dengan shaum dosa kita bisa Allah ampuni

keutamaan ramdhan, diampuni dosa selama ramadhanBarangsiapa yang shaum Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Teman teman semua, Alhamdulillah hari ini kita sudah memasuki Ramadhan hari ke 6 kalo tidak salah. Sebuah keberkahan dan kesempatan emas hingga akhirnya kita masih Allah berikan kesempatan untuk mendapatkan dan menikmati karunia yang sangat besar ini.

Jika kita membaca dan merenungi hadits yang kami tulis di awal tadi, maka ada satu kesempatan yang bisa dibilang terlalu sayang, terlalu berharga untuk dilewatkan oleh kita semua. Dengan menjalani shaum kita hari ini, kita memiliki kesempatan emas untuk membersihkan dosa dosa kita yang telah lalu lewat ampunan yang Allah berikan kepada kita. Ini adalah janjiNya, dan Allah Maha Menepati janji.

Hampir setiap manusia memiliki dosa dan pastinya pernah membuat kesalahan. Bahkan tidak ada dalam kehidupan ini yang sama sekali dirinya bersih dari kesalahan. Maka jikapun ada, maka Allah akan membuatnya berbuat kesalahan sehingga hamba tersebut kembali memiliki dosa dan meminta kepada Allah uuntuk diampuni dosa dosanya.

Teman teman semua, dalam hadits di awal tadi, maka ada 2 poin penting yang mesti kita penuhi sebagai syarat, sehingga janji Allah kepada kita berupa pengampunan dosa dosa yang telah lalu terpenuhi. 2 poin itu adalah iman, dan mengharap pahala dari Allah semata.

SHAUM DENGAN PENUH KEIMANAN

Secara umum kami bukanlah ahli agama, namun yang kami fahami mengenai iman berdasarkan satu hadits cukup panjang yang diriwayatkan oleh Umar bin khattab adalah, iman adalah beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat, beriman kepada kitab kitab Allah, beriman kepada Rasul, beriman kepada hari akhir, beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.

Secara umum beriman berarti meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mewujudkannya dalam sikap dan amal. Maka tidaklah cukup iman itu hanyalah berupa keyakinan semata, kita tahu Allah Maha Melihat, akan tetapi kita masih begitu mudahnya melakukan kesalahan dan merasa tidak dilihat oleh Allah. Kita tahu Allah Maha Kuasa, akan tetapi kita begitu mudahnya menggantungkan solusi permasalahan terhadap makhluk bukannya kepada Allah. Jadi teringat kata ust yusuf Mansur, banyak dari kita itu yang lebih mengenal tukang tambal ban daripada Allah, pas ban kita pecah, yang kita inget duluan yang paling pertama terlintas itu langsung tukang tambal ban. Bukan Allah dulu…

Nah, bagaimana kita kembali menghayati bentuk keimanan kita kepada 6 hal tadi yang kita hafal dalam rukun iman kita. Karena apa yang membedakan antara kita dan Rasulullah saw dan para sahabat? Tidak lain dan tidak bukan adalah kualitas iman kita. Untuk pembahasan iman lebih jauh insyaAllah nanti di lain kesempatan.

SHAUM HANYA MENGHARAPKAN PAHALA DARI ALLAH

Nah mengenai hal ini juga, sederhana tapi kadang kita sulit sekali untuk melakukannya. Bayangkan saja, Rasulullah pernah memberikan pesan banyak dari orang orang muslim dalam puasanya hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Maka ada yang salah dalam puasa mereka. Mari kita mulai membahasnya dari permasalahan niat.

Dan yang menjadi sulit, menjaga niat itu mesti kita perkuat sebelum, ketika dan sesudah melakukan suatu amal. Serta begitu banyaknya godaan untuk mencari pujian dan perhatian dari orang lain. Coba anda renungkan, berapa banyak anak yang berpuasa hanya karena orang tua mereka menyuruhnya, dan mereka takut dimarahi orang tua kalo tidak puasa. Berapa orang yang berpuasa karena malu juga karena teman temannya berpuasa, jadi mereka menahan makan dan minum karena kalo mereka makan, maka mereka bisa di ejek teman teman mereka. Dan berbagai contoh lainnya. Jika mereka melakukan puasa karena hal ini, maka insyaAllah, ketika yang “memperhatikan” mereka tidak ada di tempat, maka mereka akan melakukan kesalahan ataupun yang dilarang dalam berpuasa karena niat mereka tidak benar dari sejak mula.

Itu gambaran paling sederhananya, maka kembali kita renungi dan kembali perbaiki niat kita terus menerus. Kabar baiknya, yang tahu ternyata niat kita lurus hanya Allah saja. Bahkan mungkin bisa jadi kita sendiri merasa niat kita sudah ikhlas hanya mengharap ridha Allah, akan tetapi pandangan Allah lain, maka itu tidak termasuk ikhlas di mata Allah. Maka ada 1 doa yang sering rasulullah ajarkan, ya Allah karuniakan kepada kami ridhaMu dan surgaMu, serta jauhkan kami dari panasnya api neraka…. Ulang ulang terus doa ini.

Maka ketika kita mencoba untuk hati hati dalam 2 poin ini, insyaAllah semoga dengan shaum ramadhan ini kita mendapatkan ampunanNya. Hanya Allah yang Maha Mengetahui kualitas amalan, mari kita berdoa semoga semua amalan kita diterima.

Aamiin….

Semoga bermanfaat. Rumah buku iqro – toko buku online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s