riba

jika kau melakukan riba ini yang akan kau dapatkan

akibat dari ribaAkibat Bagi Pemakan Riba Berdarkan Al-Qur’an

                “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah Riba, jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidk (pula) dianiaya.”

QS. Al-Baqarah: 279

* * *

                Riba meruapakan salah satu kata yang muncul dalam Al-Qur’an lebih dari 3 kali. Salah satu yang unik adalah, perintah menjauhi riba bukan hanya sekedar dijauhi, melainkan diperangi. Jika Allah menetapkan sesuatu sebagai sesuatu yang buruk atau baik, pasti selalu ada penjelasan mengapa hal tersebut diberikan hukum demikian. Dan dalam artikel ini insya Allah akan dibahas akibat yang timbul dari memakan sesuatu yang berkaitan dengan riba. Semoga bisa menjadi penguat kita untuk mendekat kepada Allah salah satunya dengan cara menjauhi riba.

Kamil musa dalam bukunya Ahkam al Mu’amalat menjelaskan akibat bagi manusia jika dia memakan riba. Hal ini berdasarkan pada Al-Qur’an sebagai rujukannya. Adapun akibat-akibat tersebut adalah:

  1. Al-takhabbuth

Al-Takhabbuth merupakan salah satu kata yang ada pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275. Ia berarti seseorang yang kemasukan syaitan dengan merasakan tekanan penyakit yang amat keras. Ia digambarkan dengan kondisi tidak bisa berdiri karena perutnya semakin membesar. Hal ini sama halnya dengan riba yang selalu bertambah. Adapun tafsir dari QS. Al-Baqarah ayat 275 adalah, “Orang-orang yang (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainakn seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.”

Ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan kondisi pemakan riba di hari kiamat kelak. Mereka tidak bisa berdiri dari tempatnya lantaran perutnya semakin membesar, ketika hendak berdiri ia akan terjatuh kembali dan meronta-ronta seperti kemasukan syaitan.

  1. Al-Mahqu

Kata al-mahqu dapat kita temukan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 276. Disini kita menemukannya dengan fi’il mudhari (simple present atau future) dalam kata yamhaqqu.

                Al mahqu atau yamhaqqu berarti musnah. Dalam hal ini Allah memusnahkan riba karena riba merupakan perbuatan yang sangat buruk dihadapan Allah. Riba tidak diperkenankan karena mengandung kedzaliman. Dalam ayat ini Allah sangat menyukai sedekah sebagai lawan dari riba.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah itdak menyukai setipa orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”.

Ahli tafsir menjelsakan bahwa riba akam memusnahkan berkah dan kenikmatan hingga orang yang melakukannya tidak merasakan apa-apa dari kenikmatan tersebut. Dan ia juga tidak melahirkan kesuksesan apapun juga setelah perbuatan itu dilakukan. Di mata Allah semua itu binasa (musnah).

  1. Al-Harbu

Harbu dalam bahasa arab berarti perang. Kata ini ada di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 279. Dalam hal ini orang yang memakan riba berarti telah menjadi seseorang yang akan diperangi oleh Allah dan RasulNya. Perlu kita ketahui bahwa ketika Allah mengultimatum perang, berarti perang itu akan terjadi hingga di hari kiamat.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan riba), maka ketahuilah, bahw Allah dan rasulNya akan memerangimu”.

  1. Al-Kufru

Al-kufru berarti kafir atau ingkar terhadap ajaran Allah. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 278

“… dan tinggalkanlah riba, jika kamu orang-orang yang beriman..”

Ketetapan bahwa seseorang yang memakan riba itu kafir adalah karena sikapnya yang bertentangan dengan sifat-sifat orang beriman. Yang berarti ketika seseorang telah memakan riba, maka dia telah mengorbankan keimanannya.

  1. Al-khuludu fi al-Naar

Al-khuludu fi al-Naar berarti bahwa pemakan riba akan kekal dalam siksaan api neraka. Hal ini masih erat kaitannya dengan ultimatum Allah yang mengajak berperang. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275 dijelaskan, “…orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya..

Jika telah diketahui ada perintah untuk menjauhi riba tapi kemudian ia masih mengulanginya, maka hukumannya adalah kekal di dalam neraka.

Demikian penjelasan mengenai akibat memakan riba. Semoga Allah memberikan keikhlasan pada kita untuk menjauhi ini sebagai bentuk keimanan kita. Allah berjanji mengganti sesuatu yang buruk dengan kebikan yang akan senantisa menenangkan kita. Apalah artinya penuh kekayaan jika ketenangan saja tak mampu diri ini membelinya.

Wallahua’lam bis shawaab.

(diambil dari buku bahan ajar 1, Fiqh Mu’amalah. Disusun oleh DR.Muhammad Muflih,MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s