Samakah antara Riba dan Bunga Bank???

Gambar

Samakah Antara Riba Dengan Bunga Bank???

(sebagian besar dikutip dari buku bahan ajar 1 Fiqh Mu’amalah, oleh DR.Muhammad Muflih-Politeknik Negeri Bandung)

                Riba dan bunga kini menjadi sesuatu yang sering diperbincangkan hangat di berbagai forum. Bukan hanya karena mulai terbuka lebar akses untuk memahami ini, namun juga karena semakin banyaknya permasalahan yang membuat banyak pihak bertanya-tanya akan solusinya.

Tapi, perbincangan mengenai riba dan bunga ini lebih sering hanya memfokuskan pada satu titik. Apa itu riba? Atau apa itu bunga? Disini, insya Allah kita akan membahas keduanya. Sehingga masing-masing kita bisa membuat kesimpulan mengenai, “samakah antara riba dengan bunga?”

Pertanyaan ini sebenarnya sudah sering muncul, dan telah banyak juga cendekiawan yang memberikan jawaban. Beberapa cendikiawan bahkan sekaliber ulama, ada yang menyatakan bahwa bunga bank berbeda dengan riba. Jika riba itu tambahan yang berlipat-lipat, maka bunga bank sesungguhnya tidak demikian. Tambahan yang terjadi pada bunga bank tidak terlalu banyak, sehingga tidak dikategorikan berlipat-lipat. Selain itu bunga bank banyak digunakan untuk kegiatan produktif, seperti membangun usaha yang menghasilkan keuntungan, dan usaha yang prodduktif ini tidak terlalu terganggu dengan hadirnya bunga bank.

Benarkah demikian??

Dalam teori bunga, setiap peminjaman uang selalu ada harga penggunaannya. Semakin lama pinjaman itu terjadi, semakin besar pula harga penggunaannya. Padahal dalam hal utang-piutang syariah tidak diperbolehkan adanya penambahan.

Selain itu, dalam penentuan bunga, angka yang muncul sebagai bunga ditetapkan di awal. Nilai bunga ini dianggap sebagai keuntungan yang diperoleh oleh bank atas uang yang dipinjamkannya kepada si peminjam. Konsep yang digunakan adalah time value of money dimana dalam konsep ini nilai uang bertambah seiring dengan berjalannya waktu, tanpa perlu ada kerja dan produktifitas dari uang tersebut.

Seharusnya, dalam hal utang-piutang penetapan yang boleh di awal hanyalah persentasinya. Jika nanti mendapat keuntungan, berapa persen porsi untuk peminjam dan berapa persen porsi untuk yang meminjamkan(bank misalnya). Inilah yang disebut bagi hasil. Kita tidak tahu berapa keuntungan yang akan diperoleh, sehingga kita hanya menetapkan persentasinya, misal 40% bagi peminjamm dana. Jika kelak keuntungan bersih Rp 2000.000, maka keuntungan bagi bank adalah 60%nya yaitu sebesar 600.000.

Sedangkan pada bunga, penetapan dilakukan di awal. Tanpa mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh kelak. Hal ini bertentangan dengan firman Allah dalam surat Luqman (31) ayat 4: “…dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannnya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati..”

Penetuan tingkat keuntungan di awal juga bertentangan dengan prinsip al ghunmu bin al-ghurmi, yakni keuntungan muncul bersama risiko. Yang terjadi pada bunga, keuntungan muncul tanpa risiko (contoh risiko adalah jika pendapatan kecil, maka keuntungan yang dibagi juga kecil. Dalam bunga, tak peduli keuntungan si peminjam kecil atau besar, tingkat bunga pinjaman tetap sama). Akibatnya segala beban usaha dan bahkan kerugian dilimpahkan kepada peminjam.

Dalam pembahasan di atas bisa kita simpulkan bahwa ada kesamaan antara bunga dan riba. Karena Riba secara arti kata berarti tambahan, ia juga memiliki arti tumbuh dan membesar. Menurut Hanafiyah (mazhab hanafi), riba berarti melebihkan harta tanpa ganti yang sepadan dalam pertukaran harta dengan harta.

Masih banyak kesamaan antara bunga dan riba. Insya Allah akan dibahas pada artikel selanjutnya. Semoga artikel ini bisa membuka cakrawala kita bahwa riba adalah sama dengan bunga pada bank konvensional. Insya Allah artikel salnjutnya akan membahas akibat dari penggunaan riba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s