air kencing bayi dan cara membersihkannya menurut islam

air kencing bayi dan bagaimana cara membersihkannyaAda sebuah pertanyaan dari seorang sahabiyah tentang Air Kencing Bayi

Diriwayatkan dari Lubabah binti Al Harits Radhiallahu anha dia berkata, Husain bin Ali berada di pangkuan Rasulullah saw, lalu dia mengencingi pakaian beliau. Maka saya katakana, ‘ pakailah pakaian dan berikan kainmu untuk saya cuci.’

Nabi bersabda, “sesungguhnya dicuci yang terkena kencing bayi perempuan dan hanya diperciki air yang terkena kencing bayi laki laki” (Hr. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Al Hakim, Adz Dzahabi)

Dari peristiwa ini, Nabi mengajarkan kita beberapa hal.

Pertama, jika bayi itu laki laki dan masih dalam masa penyusuan, belum makan makanan, maka cukup dibersihkan hanya dengan menyiramkan air, yaitu memercikkan air ke semua tempat yang terkena kencing. Dengan demikian, pakaian itu sudah kembali suci.

Ummu Qais binti Mushan ra berkata, dia pernah mengunjungi Rasulullah saw dengan membawa anak lelakinya yang belum memakan makanan, kemudian meletakkannya di pangkuan nabi, lalu anak itu kencing. Maka Nabi meminta air dan hanya memercikkannya dan tidak mencucinya. (Hr. Bukhari, Muslim, Malik)

Yang dimaksud dengan belum memakan makanan yaitu, makanan selain susu ASI yang dia dapatkan dari ibunya atau korma yang ditahnikkan (dioleskan di langit langit ketika lahir).

Dalam hadits ini juga ada beberapa pesan penting, yaitu kita sebagai umat rasulullah saw dimestikan untuk bergaul dan bersikap tawadhu, kasih sayang terhadap anak kecil, menggendong bayi, penjelasan tentang air kencing bayi yang belum memakan makanan.

Kedua, jika bayinya perempuan, baik dalam masa susuan ataupun sesudahnya, maka wajib bagi kita untuk mencuci bagian yang terkena kencingnya, dan tidak boleh mencukupkan dengan memercikkan air sebagaimana yang disebuthkan pada pernyataan Lubabah binti al harits di atas.

Ketiga, jika bayi laki laki sudah menginjak usia bisa memakan makanan, maka yang terkena kencingnya harus dicuci sebagaimana yang terkena kencing bayi perempuan.

Demikianlah pelajaran yang bisa kita peroleh dari hadits di atas. Semoga bermanfaat

Rumah Buku Iqro – Toko Buku Online

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s