Belajar itu Butuh Fokus

Motorcycle-Old-002Belajar lebih fokus.
Saya masih ingat satu cerita yang terngiang ngiang sampai hari ini. Yaitu ketika ada seroang mahasiswa dari Jepang yang dia diberikan beasiswa untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Eropa. Ketika itu sang kaisar mengirimkan beberapa orang untuk kuliah di negeri negeri Eropa dan memberikan misi besar. Mempelajari teknologi masa depan lalu membawanya ke Jepang.
Singkat cerita, pemuda ini kuliah di Jepang gratis 100% karena adanya beasiswa dari pemerintahannya. Semua biaya ditanggung termasuk kuliah dan kehidupan kesehariannya. Setelah beberapa bulan pemuda ini kuliah di Eropa itu, dia selalu teringat akan misi yang diberikan kaisar kepadanya. Membawa teknologi yang dia temukan dan membawanya ke Jepang. Dan saat itu dia sudah memutuskan, bahwa yang akan dia bawa adalah, sepeda motor. Saat itu, di jepang, Sepeda motor belum ada.

Seiring berjalannya masa perkuliahan, dia berazzam untuk bisa membuat sepeda motor sendiri, agar kelak Jepang bisa membuat sepeda motor sendiri. Lalu karena materi perkuliahan sangat jarang yg langsung spesifik membahas bagaimana cara membuat sepeda motor. Maka pemuda ini mengambil satu jalan yang cukup nyentrik. Dia gunakan uang beasiswanya, lalu dipakainya uang kuliah dan biaya hidupnya itu untuk membeli 1 sepeda motor baru. Dan karena hal itu pula, akhirnya pemuda ini mau tidak mau harus mencari uang tambahan dengan kerja sambilan demi kebutuhan hidupnya bisa trpenuhi.
Setelah sepeda motor pesenannya sampai ke rumah. Dia memperhatikan dengan seksama dan sangat teliti. Niatnya hanya satu, bisa membuat sepeda motornya sendiri. Lalu selanjutnya dia menyalakan sepeda motor itu, dan melihat kendaraan barunya berfungsi. Selanjutnya, apa yang dia lakukan? sepeda motor baru itu dia bongkar! hingga berkeping keping.

Dia bongkar, dan dia gambar serta buat deskripsi dari setiap bagian motor itu dengan teliti, dia bongkar kepalanya, stangnya, dia gambar, hingga sedetil mungkin. Semuanya, dibongkar sampai motor itu sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah bagian dari roda, bagian dari mesin, bagian dari sistim pengapian, dan seterusnya…
Setelah dibongkar? Niatnya adalah merakit lagi motor itu sampai bisa dinyalakan seperti ketika baru membelinya.

Akhirnya, setelah perjuangan dan kesabaran yang tinggi, pemuda ini berhasil kembali merakit motornya hingga kembali menyala dalam kurun waktu 1 tahun kurang lebih. Pengetahuannya ini dia gunakan untuk membangun negaranya.
Itulah fokus, membutuhkan kesabaran dan waktu, akan tetapi ketika kita berhasil menggapainya, maka hasilnya luar biasa. Di negeri kita juga ada, pa Habibie, yang diutus oleh Bung Karno untuk mempelajari ilmu aeronautik di Belanda dan Jerman. Hasilnya? Pa Habibie menjadi rujukan ilmu kepesawatan hingga saat ini.
Bagaimana dengan anda, apa fokus yang anda kejar saat ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s