Beranda » character building » Rasulullah saw seorang pedagang

Rasulullah saw seorang pedagang

ingin beli bantal selimut atau bed cover?

Follow me on Twitter

jadwal tema di Rumah Buku Iqro

Senin : Memperbaiki Ibadah
Selasa : Tips Bisnis
Rabu : Kabar Pendidikan
Kamis : Memperbaiki Ibadah
Jumat : Nasihat Pernikahan & Keluarga
Sabtu : Mendidik Anak
Ahad : Berbagi Manfaat

Arsip

Kirim Tulisan

Yang ingin mengirimkan tulisan bisa untuk kirim via Message Twitter : rbi07 Email : rbiqro@gmail.com
var _wau = _wau || []; _wau.push(["tab", "2vgqwaxhweb9", "8xk", "left-middle"]); (function() {var s=document.createElement("script"); s.async=true; s.src="http://widgets.amung.us/tab.js"; document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(s); })();

Bismillah, sedikit kita bahas salah satu sejarah, bahwa Rasulullah saw seorang pedagang. Cukup unik juga, bisa dibilang hampir semua nabi itu memiliki karir profesionalnya. Sebut saja Nabi Musa itu seorang penggembala, Nabi Daud seorang ahli besi, Nabi Yusuf seorang ahli keuangan bahkan menjadi bendahara negara, dan begitu juga nabi nabi yang lainnya. Tapi Rasulullah saw? Rasulullah pernah menjadi seorang karyawan, pernah juga sebagai seorang pedagang, pernah juga sebagai seorang owner suatu usaha.

Seorang Nabi itu diutus untuk kaumnya, dan Rasulullah saw adalah Nabi penutup para Nabi, Nabi akhir zaman. Jadi saat ini, mereka yang muslim ataupun non muslim berada dalam lingkup kaumnya Rasulullah. Umat Rasulullah. Kita semua umat Rasulullah saw. Uniknya, Nabi yang turun untuk kita ini, memiliki 40 tahun masa hidupnya sebelum kenabian sebagai seorang pedagang yang sangat kaya.

Dalam beberapa sejarah, Rasulullah saw sudah kaya melalui bisnisnya sebelum beliau menjadi seorang Rasul Allah. 40 tahun ini menjadi waktu momen yang sangat penting, karena perjuangan Rasulullah menegakkan agama ini bahkan hanya setengah dari masa sebelum kenabiannya. 23 tahun kurang lebih. Itu artinya, karakter karakter Rasulullah saw yang begitu mulia itu, terbentuk semenjak beliau menjadi seorang pebisnis, seorang pebisnis ternama di Mekkah.

Jika anda pernah membaca sejarah Rasulullah saw dan bagaimana caranya berdagang, maka yang kita temukan bukanlah sebuah konsep bisnis yang rumit, bukan juga teknis teknis bisnis yang memusingkan seperti teori teori bisnis yang kita temui hari ini. Jika anda baca sejarah, dari keseluruhan karakter seorang pedagang yang dimiliki oleh Rasulullah saw, semuanya berkumpul dalam 1 kata. Al Amin. Orang yang sangat dipercaya. Trust.

Maka di postingan pertama kami ini mengenai Rasulullah saw seorang pedagang adalah, beliau seorang yang sangat amanah, sangat dipercaya, sangat jujur, sangat anti khianat, sangat anti dalam berbohong. Dan jika kita saat ini menginginkan untuk menjadi pedagang yang berhasil seperti beliau, maka satu keteladanan yang mesti kita contoh adalah sifat Al Amin ini. Meningkatkan kepercayaan orang lain kepada kita.

Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan orang kepada anda? Caranya adalah dengan selalu menjaga harga diri kita, dan selalu menjalankan segala sesuatu sesuai dengan kebenaran yang seharusnya. Jangan sampai berbohong meskipun itu hal yang sederhana, jangan sampai khianat ketika ada amanah yang diberikan kepada kita. Jangan sampai malas ketika mendapatkan pekerjaan. Bohong mungkin bisa dibilang bersumber juga dari kemalasan. Bagaimana bisa begitu? ketika kita memiliki pekerjaan dan kita malas mengerjakannya, hasilnya adalah tidak maksimal, dan target target tidak tercapai. Maka untuk menutupi hal itu, pilihannya hanyalah memperbaiki pekerjaan. Akan tetapi ada cara lain yang kurang baik dan sangat tidak baik, pertama mencari alasan agar hasil yang tidak maksimal itu bisa tertutupi, atau kedua berbohong agar hasil tak maksimal itu bisa diridhai.

Mencoba untuk jujur, tak ada teori khusus, yang ada hanyalah kembali menata diri kita. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang baik, pribadi yang utuh, pribadi yang selalu menjunjung tinggi kehormatan. Dari hal hal sederhana ini, tidak pernah berbohong, tidak pernah berdusta, maka kepribadian karakter yang baik bisa terbentuk pada diri kita.

Rasulullah saw sudah membuktikannya. Sekarang giliran kita.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pengen beli buku ttg pernikahan-membina rumah tangga

pengen beli buku bisnis – marketing?

pengen beli buku ttg keluarga?

pengen beli buku islam atau fikih islam?

pengen beli buku buku dakwah?

pengen beli buku novel terbaru?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.868 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: